Pentingnya Pelajari Artificial Intelligence pada Bioinformatika

Mahasiswa Indonesia International Institute for Life Sciences (i3L)
Sumber :
  • Istimewa

Proyeksi ke depannya, AI dan Bioinformatika akan terus berkaitan, akan terjalin hubungan yang sangat erat antara AI dan BI, ini berbasis pada informasi sebelumnya juga. Bioinformatika i3L telah memiliki beberapa publikasi inter-koneksi antara AI dan BI. 

Dosen-dosen BI di i3L juga telah memiliki beberapa publikasi mengenai AI . Untuk sistem yang paling mutakhir hubungan antara BI and AI bisa dikaitkan dengan hadirnya sistem perangkat lunak untuk memprediksi 3D struktur protein dari AlphaFold . AlphaFold ini sendiri dikembangkan oleh peneliti dari Google's DeepMind dan pihak dari Univesitas terbaik di dunia. 

Selain itu, Bioinformatika di i3L memiliki matakuliah pemrograman Python, di mana mahasiswa diajarkan bagaimana menggunakan perangkat Keras dengan framework dari TensorFlow. TensforFlow merupakan library opensource yang dikembangkan oleh Google Brain Team. Tool ini merupakan salah satu yang paling popular untuk AI engineer di seluruh dunia. TensorFlow juga memiliki kemampuan untuk mengutilisasi graphics processing unit (GPU) untuk mempercepat proses training dari AI tersebut. Google juga menyediakan platform Google Colaboratory untuk komunitas pengguna AI. Platform ini juga sudah menyediakan GPU dengan spesifikasi yang cukup baik untuk proses training dari model AI.

“Harapan yang sangat besar dari penggabungan AI dan BI adalah terciptanya environment, baik untuk pihak pelajar maupun dosen, yang sudah sangat familiar dengan dua ilmu tersebut. Dengan terciptanya kondisi ini, sangat diharapkan kolaborasi antara universitas dan industri yang berkaitan dengan AI selama masa perkuliahan. Untuk lebih lanjut, alumni dari BI dapat mengembangkan beberapa perusahaan kecil yang bergerak pada dunia digital yang berbasis pada AI,” pungkasnya.