'Pelajaran Agama Terkait Lingkungan Perlu Masuk dalam Kurikulum'

Perubahan iklim.
Sumber :
  • life-a-big-mystery.blogspot.com

"Al-Qur'an mengajarkan agar kita tidak merusak setelah Allah memperbaikinya. Banyak ayat yang mengimbau manusia untuk menjaga lingkungan dan itu selalu dibuka dengan keagungan Tuhan," 

Kedua, responsibility. Agama mewajibkan umatnya untuk taat dan bertanggung jawab, baik sebagai manusia, warga negara, dan warga bumi. 

Ketiga, respect. Agama mengajarkan umatnya untuk saling menghargai dan tidak saling memusuhi. 

Keempat, restrain. Ajaran agama bisa menjinakkan. Dr. Fachruddin mengaku tengah mengkaji kitab yang ditulis pada abad 17, karya Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary, yaitu Sabilal Muhtadin. Salah satu bab dalam kitab ini membahas tentang makanan. Dalam kitab ini, ada daftar binatang yang tidak boleh dikonsumsi. 

"Kitab ini misalnya mengajarkan dilarang memakan binatang yang berkuku tajam, amphibi, reptilia, dan lainnya. Ajaran ini dipahami masyarakat Muslim dan ikut memberikan pengaruh pada pelestarian hewan," sebut Dr. Fachruddin.

"Lembaga swadaya masyarakat yang concern pada perlindungan alam baru berdiri sekitar 1960. Fuqaha sudah mengatur sejak 300 tahun lalu agar kita tidak makan semua," sambungnya.

Kelima, resdistribusi. Kemampuan untuk berbagi. Dalam agama ada sedekah, infak, zakat. Berbagi bukan hanya untuk sesama manusia tapi juga alam. Sekarang ada hutan wakaf. 

"Hal seperti ini diajarkan agama yang berpotensi dapat melestarikan lingkungan hidup," tandasnya.

Direktur MHM cabang Indonesia, Dr. Muchlis M Hanafi, menjelaskan bahwa setiap warga dunia saat ini mengalami ketidaknyamanan karena perubahan iklim. Siapa pun dia dan apa pun agamanya. Karenanya, semua umat beragama bertanggung jawab menyelamatkan bumi ini. 

"Semua pihak bertanggung jawab mewariskan bumi ini kepada generasi setelah kita sebagaimana kita mewarisi bumi dari pendahulu dalam suasana nyaman," tegas Dr. Muchlis.

"Menjaga kelestarian lingkungan adalah kebutuhan hidup. Sebab, semua kita ingin nyaman. Kita ingin pasokan makan kita aman. Kita ingin ketahanan sosial kita kuat," sambungnya.

Sebagai umat beragama, kata Dr. Muchlis, umat punya tanggung jawab keagamaan. Agama memerintahkan umatnya untuk menjaga kelestarian lingkungan. "Menjaga kelestarian lingkungan adalah kebutuhan hidup sekaligus kewajiban agama. Pada titik ini kita bertemu dengan pemeluk agama-agama lain," tegasnya.