Banjir Gol Panaskan Perburuan Juara LaLiga
- REUTERS/Albert Gea
VIVA.co.id – Memasuki pekan ke-26, perburuan gelar juara LaLiga musim ini kian panas. Dua kandidat juara, Real Madrid dan Barcelona meraih kemenangan besar, akhir pekan lalu.
Real Madrid menang 4-1 saat bertandang ke Municipal de Ipurua melawan Eibar, Sabtu malam 4 Maret 2017. Kemenangan yang bikin El Real memuncaki klasemen sementara LaLiga.
Skuat asuhan Zinedine Zidane mampu keluar dari tekanan setelah tampil buruk di beberapa laga terakhir. Seperti saat mereka ditahan 3-3 oleh Las Palmas, Rabu kemarin.
Namun, kemenangan besar Madrid ini mampu direspon dengan baik oleh Barcelona yang beberapa jam kemudian menggulung Celta Vigo lima gol tanpa balas di Camp Nou.
Alhasil, kemenangan ini membuat Barcelona kembali menggusur Real Madrid dari puncak klasemen. Barcelona berhak memuncaki klasemen dengan 60 poin dari 26 laga.
Barcelona menggusur El Real yang terpaksa harus rela turun ke posisi dua setelah baru membukukan 59 poin dari 25 laga (Madrid masih mengantongi satu laga tunda).
Kemenangan besar yang dipetik Real Madrid dan Barcelona menjadi salah satu ajang unjuk kekuatan kedua tim untuk membuktikan sebagai yang terbaik di LaLiga musim ini.
Pesta Gol Penuh Makna di Tengah Kemelut
Kemenangan besar di Ipurua memiliki makna besar buat Real Madrid. Sebab mereka mampu bangkit dari performa mengecewakan di tiga laga sebelumnya.
Tengah pekan lalu El Real ditahan imbang Las Palmas. Di dua laga sebelumnya, Madrid menang susah payah 3-2 atas Villarreal dan tumbang 1-2 dari Valencia.
Apalagi, sebelum laga melawan Eibar, Madrid sempat diterpa isu tak sedap. Dilansir Sport, terjadi konflik internal yang melibatkan para pemain senior dan pelatih Zinedine Zidane.
Para pemain bintang memprotes kebijakan Zidane yang melakukan rotasi saat melawan Las Palmas. Rotasi ini pun dianggap membuat permainan El Real tidak optimal.
Keputusan Zidane ini sebenarnya tak terlepas dari jadwal padat yang menanti Madrid. Sebab mereka harus melakoni lima laga dalam 16 hari di sepanjang Maret 2017.
Dan keputusan Zidane ini justru membuat situasi kamar ganti tim memanas. Bahkan beberapa pemain senior meminta pertemuan khusus segera untuk membahas masalah ini.