Metode Darurat Perang untuk Perangi 'Pemberontak' COVID-19

Ilustrasi virus corona/COVID-19.
Sumber :
  • Science Alert

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump beberapa waktu lalu mengumumkan akan memberlakukan aturan darurat perang di negaranya yang mewajibkan pabrik memproduksi peralatan teknis pertahanan yang dibutuhkan dalam perang melawan Virus Corona COVID-19.

Hal ini memang terjadi kelangkaan alat-alat kesehatan yang penting untuk menyelamatkan nyawa pasien, terutama ventilator (alat pembantu pernafasan), masker dan pakaian pelindung khusus untuk tenaga medis.

Di Jerman, tanpa paksaan pun beberapa perusahaan menyatakan sudah mulai mengalihkan sebagian kapasitas produksi untuk membuat alat-alat kesehatan. Karena di banyak pabrik, kapasitas produksi sudah diturunkan, atau berhenti sama sekali, karena pandemi Corona.

Masalahnya, peralatan medis itu dibutuhkan sesegera mungkin. Bisakah instalasi produksi di pabrik-pabrik disesuaikan dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan medis, yang biasanya menuntut pengawasan kualitas yang tinggi?

Dari produksi bir beralih ke etanol, dari t-shirt ke masker pelindung

Beberapa pabrik bir di Jerman mengatakan sudah mulai memproduksi etanol, bahan dasar desinfektan yang sekarang dibutuhkan di hampir seluruh dunia.

Jerman adalah salah satu negara dengan konsumsi bir tertinggi di dunia. Hampir di setiap kota ada pabrik pembuatan bir sendiri. Produsen pakaian dalam Mey dan produsen pakaian olahraga Trigema di Jerman sekarang mulai memproduksi masker pelindung.

"Kami beberapa kali ditanya, apakah juga bisa memproduksi masker pelindung wajah," kata pemilik sekaligus pimpinan Trigema, Wolfgang Grupp kepada DW. Trigema adalah salah satu produsen pakaian olahraga dan pakaian santai di Jerman. "Hari Selasa lalu 100 ribu masker sudah kami kirim (kepada pemesan)", tambahnya.

Wolfgang Grupp mengatakan, Trigema mulai sekarang akan memproduksi 100 ribu masker setiap minggu. Dia juga mengakui, karena krisis corona omset pakaian olahraga Trigema anjlok sampai 50 persen. "Jadi kita punya cukup kapasitas untuk itu (masker)".

Tuntutan standar kualitas tinggi

Untuk bisa digunakan di rumah sakit, masker dari trigema masih harus melewati sejumlah ujian teknis. Wolfgang Grupp mengatakan, proses sertifikasi untuk itu bisa berlangsung beberapa minggu.

Namun dia sudah mendapat sinyal bahwa masker produksinya akan memenuhi standar EN14683 "dengan mudah". Standar itu dibutuhkan untuk pekerja kesehatan di rumah sakit Jerman. "Tapi masker kita tidak akan memenuhi standar kualitas FFP1, 2 atau 3", kata Wolfgang Grupp.