Jangan Anggap Remeh Profesi Penjaga Warnet

William Tanuwijaya, Pendiri Tokopedia. (FOTO: Business Times)
Sumber :
  • wartaekonomi

Di balik ramainya pemberitaan Tokopedia diretas oleh hacker, tak bisa dipungkiri Tokopedia merupakan e-commerce sukses yang menjadi platform jual beli online terbesar di Indonesia. Perusahaan startup yang sudah berstatus unicorn ini memiliki valuasi hingga US$7 miliar atau Rp101 triliun.

Sosok di balik kesuksesan Tokopedia ini adalah William Tanuwijaya, yang lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 11 November 1981. Semasa kuliah, ia hanyalah seorang penjaga warnet. Kata William, Tokopedia hadir berawal dari mimpi.

"10 tahun lalu kami memulai Tokopedia lewat sebuah mimpi, untuk turut mendorong dan mewujudkan pemerataan ekonomi secara digital. Di titik itulah perjalanan entrepreneurship saya dimulai. Saya bersyukur, perjalanan tersebut tidak hanya mengubah hidup saya, namun juga jutaan hidup orang lain," tutur William dalam catatan di Instagram @liamtanu, 14 November 2019.

William bukanlah sosok yang kaya dari lahir. Ia tumbuh dalam keluarga tidak kaya tapi sangat mementingkan pendidikan. 

Pada saat lulus sekolah menengah atas, mengikuti arahan ayah dan paman, William merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan lebih baik di Universitas Bina Nusantara (Binus), kampus dengan biaya yang tidak bisa dibilang murah.

Saat itulah pertama kali bagi William menjalani pengalaman keluar dari Sumatera Utara. Berbekal restu orang tua dan semangat yang tinggi, ia menempuh perjalanan laut selama 4 hari tiga malam dari Belawan ke Tanjung Priok.

Perjuangan William pun dimulai sebagai perantau, di tambah saat kuliah tahun kedua ayahnya jatuh sakit. Hal itu mengharuskan William mencari pekerjaan sampingan agar tetap dapat berkuliah di Jakarta.

Ia pun bekerja sebagai penjaga warnet dari jam 9 malam hingga 9 pagi. Pekerjaan itu membuatnya cinta pada dunia internet yang kemudian hari menginspirasinya mendirikan Tokopedia.

"Saya cuma lulusan pekerja warnet, benar-benar jarang ke kampus, kalau ke kampus pas ujian saja. Belum pernah pengalaman membangun bisnis, track record belum ada, jadi modalnya semangat bambu runcing," kata William.

Usai lulus dari Universitas Bina Nusantara, William bekerja di kantoran yang bergerak di bidang pengembangan software komputer. Dari sini timbul idenya untuk mempunyai perusahaan internet sendiri.