Wawancara dengan CEO UC Mobile Yo Yungfu
- uc.cn
Langkah apa yang akan kami tempuh merealisasikan target kami? Kami akan terus meningkatkan software kami. Kami adalah perusahaan global, dan kami ingin agar di Indonesia akan ada perusahaan lokal yang akan mendukung kami untuk memenuhi apa yang diinginkan konsumen.
Opera Software cukup agresif di Indonesia. Di sini mereka telah membangun komunitas, bekerjasama dengan operator, dan melakukan hal-hal lain. Apakah Anda juga akan melakukan hal yang sama?
YY: Hari ini adalah merupakan awal dari perjalanan. Yang kami perlukan adalah tiga tahun untuk mewujudkan target kami. Tentunya kami butuh waktu untuk bisa membangun ekosistem di sini, bekerja sama dengan operator telekomunikasi, atau vendor pembuat handset.
Tapi kami yakin bisa sukses di sini, sebagaimana kami berhasil melakukannya di India, Rusia, dan banyak negara yang sebelumnya didominasi oleh Opera Mini.
Jadi Indonesia adalah negara ketiga selain China yang Anda incar?
YY: Indonesia adalah salah satu pasar terbesar di mana kami akan berinvestasi. Sebelumnya kami memang juga berinvestasi cukup besar, baik di India maupun di Rusia. Tapi, Indonesia akan menjadi salah satu negara kunci kami yang akan kami masuki. Dan bagi kami, ini merupakan bisnis jangka panjang, bukan bisnis jangka pendek
Apa saja kesamaan pengguna internet mobile Indonesia dengan China?
YY: Ada empat kesamaan antara Indonesia dengan China. Yang pertama adalah terminal (handset) yang mereka gunakan. Seperti di China, handset-handset Nokia, Sony Ericsson, dan ponsel berchipset MTK (ponsel-ponsel buatan China) cukup populer di kalangan pengguna internet mobile di Indonesia. Ini sangat berbeda dengan di AS yang lebih menggemari handset-handset Palm, iPhone, BlackBerry, dan lain-lain.
Selain itu, kesamaan lainnya adalah kelompok usia pengguna internet mobile di sini sama dengan China yakni pengguna berusia muda, energetik, dan lain-lain. Berikutnya, seperti di China, orang Indonesia membeli handset di pasar terbuka. Ini beda dengan Korea dan Jepang, di mana handset banyak ditentukan oleh operator telekomunikasi yang biasanya mengunci ponsel tersebut.