Google Bikin Gemini Bisa Lembur Berhari-hari
- arstechnica
Jakarta, VIVA– Google Cloud memperkenalkan pembaruan Gemini sebagai agen kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan secara lebih mandiri. Teknologi ini memungkinkan pengguna memberikan instruksi melalui satu kolom perintah atau prompt, kemudian membiarkan AI merencanakan dan menjalankan tugas sesuai tujuan yang diberikan.
Hal itu disampaikan CEO Google Cloud Thomas Kurian. Pembaruan ini mencakup kemampuan mengolah informasi, membuat konten, menulis dan menjalankan kode, hingga terhubung dengan berbagai aplikasi kerja.
Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah menjalankan pekerjaan dalam waktu panjang, bahkan selama berjam-jam atau berhari-hari. Karena beroperasi di cloud, Gemini dapat melanjutkan tugas meskipun laptop pengguna ditutup. Pengguna dapat kembali untuk memeriksa perkembangan dan melihat hasil pekerjaan.
“Gemini memahami konteks bisnis dan mendukung beragam kebutuhan, mulai dari mengolah informasi dan menjawab pertanyaan hingga membuat konten dan coding, semuanya melalui satu kolom prompt,” ujar Thomas Kurian dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026)
Menurut Google Cloud, Gemini juga dapat merencanakan pekerjaan, menggunakan berbagai perangkat dan kemampuan khusus, serta terhubung dengan sistem perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, pengguna tidak harus memecah setiap pekerjaan menjadi instruksi kecil secara manual.
Terintegrasi dengan Gmail hingga Google Calendar
Google turut mengintegrasikan Gemini dengan berbagai aplikasi Google Workspace, termasuk Gmail, Drive, Docs, Slides, Sheets, Chat, dan Calendar.
Integrasi ini memungkinkan Gemini memanfaatkan konteks dari jadwal, percakapan, dokumen, serta proyek yang sedang dikerjakan pengguna. Misalnya, pengguna dapat meminta Gemini mengoordinasikan rapat dengan tim yang biasa menangani kegiatan tertentu tanpa harus memasukkan nama dan alamat email seluruh peserta satu per satu.
Gemini dapat membantu mengidentifikasi orang yang relevan berdasarkan percakapan sebelumnya, memeriksa kalender, kemudian memulai komunikasi untuk mencari waktu rapat yang sesuai.
Selain itu, AI tersebut dapat membantu menentukan prioritas email berdasarkan tingkat kepentingannya, bukan hanya waktu pesan diterima. Gemini juga dirancang untuk menyarankan pekerjaan yang bisa didelegasikan kepadanya.
Google bahkan memungkinkan perusahaan membuat agen AI yang berfungsi seperti anggota tim. Agen tersebut dapat memiliki akun Workspace, alamat email, kalender, dan penyimpanan Drive sendiri. Namun, aksesnya tetap dibatasi berdasarkan informasi yang dibagikan serta izin yang diberikan organisasi.
Bisa Membagi Pekerjaan ke Beberapa Agen
Kemampuan lain yang diperkenalkan adalah multi-agent orchestration. Melalui pendekatan ini, Gemini dapat membentuk kelompok agen sementara untuk menangani bagian pekerjaan yang berbeda.
Setiap agen memiliki identitas tersendiri dan dapat mengerjakan tugas secara bersamaan maupun berurutan. Pendekatan ini ditujukan untuk menangani pekerjaan kompleks yang membutuhkan koordinasi sejumlah proses.
Gemini juga dirancang agar dapat diakses melalui web, perangkat iOS dan Android, komputer Windows dan Mac, serta sejumlah kanal kerja lain, termasuk Microsoft 365 dan Slack.
Untuk kebutuhan pengolahan data, Gemini dapat membantu menghasilkan kode PySpark, menyediakan notebook untuk pengujian, melatih model, serta mendiagnosis masalah pada alur pemrosesan data. Sementara itu, pengguna bisnis dapat membuat laporan operasional yang terhubung dengan BigQuery dan Knowledge Catalog.
Keamanan Agen AI Jadi Perhatian
Seiring meningkatnya kemampuan AI untuk menjalankan pekerjaan secara mandiri, Google Cloud juga memperkenalkan sistem pengamanan dan tata kelola agen.
Setiap agen memiliki identitas dan catatan aktivitas tersendiri. Administrator dapat mengatur izin akses berdasarkan peran, sementara tindakan agen tercatat dalam log audit yang bisa dipantau secara waktu nyata.
Google juga menggunakan Agent Sandbox untuk membatasi lingkungan kerja agen dan Agent Gateway untuk menerapkan kebijakan jaringan terhadap lalu lintas data yang masuk, keluar, maupun bergerak antaragen.
Di sisi infrastruktur, Google menyebut sistem TPU 8i terbaru menawarkan peningkatan rasio harga terhadap performa sebesar 80 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Infrastruktur tersebut dirancang untuk mendukung pemrosesan AI dan tugas agen yang lebih kompleks dengan biaya lebih efisien.
Pembaruan Gemini ini menunjukkan arah pengembangan AI yang tidak lagi terbatas pada menjawab pertanyaan atau menghasilkan teks. Google Cloud berupaya menjadikan AI sebagai agen yang mampu menjalankan rangkaian pekerjaan, memanfaatkan sistem perusahaan, dan beroperasi dengan pengawasan serta batas akses yang ditentukan organisasi.