Tas Indonesia Melanglang Buana

Tas kulit Biyantie
Sumber :
  • facebook.com/Biyantiegenuineleather

Pengusaha yang pernah bangkrut pada tiga tahun silam dan berhasil bangkit itu mengatakan, mendapatkan pasokan kulit hewan ternak berkualitas terbaik untuk bahan pembuatan tasnya dari Jakarta, Magetan, Australia hingga Italia. Beberapa jenis kulit yang dimanfaatkan, seperti quake oil, nappa, natural mill, dan antique.
 
“Kami komitmen menggunakan artikel atau jenis kulit terbaik dari pemasok lokal dan impor," kata dia.

Karena itu, produk tasnya berbeda dengan produsen tas lain, termasuk harga yang ditawarkan relatif lebih mahal dibandingkan tas kulit lokal. Tas Biyantie paling tarjangkau dijual dengan harga Rp1,5 juta dan termahal Rp3 juta. Namun, harga ini akan mengalami penyesuaian saat Biyantie genap berusia dua tahun pada April mendatang.

Produksi tas dikerjakan di showroom-nya di Pengadegan Selatan V, Jakarta Selatan. Adapun beberapa produk unggulan Biyantie, antara lain Yurnis Bag, Luktiar Bag, Anindya Bag, Akemi Bag, Suso Bag untuk pasar dalam negeri. Sedangkan beberapa produk ekspor yang menjadi unggulan, rata-rata masih berupa customize bag atau tas sesuai pesanan.   

Dengan penjualan dilakukan secara online, tas Biyantie dalam sebulan laku sekitar 130-150 buah. Ratusan penjualan tas itu membukukan omzet sekitar Rp260 juta hingga Rp300 juta. Lihat videonya di sini

Selain Biyantie, Huraira Leather Bag (HLB) yang sama-sama fokus pada tas kulit dengan keunikannya sendiri juga mampu unjuk gigi di negeri orang. Tas karya pengusaha kulit asal Surabaya bernama Siti Huraira atau yang akrab disapa Ira tersebut sudah dipasarkan ke sejumlah negara, di antaranya ke Malaysia, Dubai, dan beberapa negara di Eropa.  

Eksklusivitas lukisan karya putra dan cucu maestro Affandi di tas kulitnya menjadi ciri khas, yang membedakan dengan tas kulit lain. Setiap tas dengan lukisan karya Agung Affandi dan dua putranya, Diaz serta Fardha Affidayana diproduksi dalam jumlah sangat terbatas.

Agung mengatakan bahwa lukisan yang ditempel di tas Huraira bergaya ekpresionisme. Untuk menjaga agar lukisan tak rusak dan cat tak luntur, dia menggunakan kanvas dan cat acrylic yang didatangkan dari luar negeri.