4 'Manusia Abadi' dari Beragam Keyakinan, Nabi Khidir Salah Satunya

Manusia abadi.
Sumber :

Sosok yang dijuluki Deathless Guru ini memiliki ilmu yang sangat tinggi dan sering melakukan perjalanan yang sangat berguna untuk menyebarkan kebajikan. Dalam beberapa tahun terakhir ini ada laporan mengenai orang-orang yang mengaku bertemu dengan Babaji Nagaraj.

Dalam hidupnya, sosok Babaji Nagaraj ini dikenal sangat baik oleh semua orang, bahkan dia juga sering membantu siapapun. 

2. Henokh – Kristen dan Yahudi

Henokh-manusia abadi

Photo :

Manusia abadi yang kedua datang dari ajaran agama Kristen dan Yahudi. Dalam kepercayaan mereka, ada manusia yang kekal hidupnya. Manusia tersebut bernama Henokh. Sosok Henokh ini konon katanya akan selalu hidup abadi bahkan hingga hari tiba.

Hal tersebut karena, Henokh sapaannya dianggap sebagai keturunan ketujuh dari Adam yang tak lain bukan merupakan kakek dari Nuh atau Nuh dalam ajaran agama. Benar atau tidak, usut punya usut Henokh dipercayai bisa hidup hingga 365 tahun berdasarkan kepercayaan Yahudi dan Kristen. 

Tidak hanya itu, dalam beberapa cerita sosoknya ini akan abadi dan muncul di hari pembalasan tiba. keberadaanya saat ini bak orang yang hilang ditelan bumi, hingga siapapun tidak ada yang mengetahuinya. Just Henokh kerap dianggap sudah meninggal dunia.

Dalam ajaran Islam, Henokh menyukai dengan Nabi Idris.

3. Nabi Khidir - Islam

Nabi Khidir

Photo :

Selai agama Kristen, Hindu dan Yahudi, Islam pun memiliki kepercayaan jika manusia abadi itu benar-benar ada. Di mana dalam kepeceryaan orang Islam, terdapat empat orang nabi yang dipilih Tuhan untuk menjalani kehidupan yang kekal dan abadi.

Mereka adalah Nabi Idris, Nabi Isa, dan terakhir adalah Nabi Khidir. Sosok Nabi Khidir yang begitu misterius dan keberadaan tida begitu dijelaskan dalam Aqluran secara gamblang. Tak banyak yang tahu jika Nabi Khidir ini merupakan sosok yang hebat dengan wawasan ilmu yang sangat tinggi.

Tak heran jika Nabi Khidir dipilih jadi salah satu manusia yang hidup kekal abadi. Dalam kisah yang dibagikan beberapa sumber, dirinya mendapatkan wahyu langsung dari Allah tanpa melalui perantara siapapun. Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Khidir juga pernah menjadi guru Nabi Musa meskipun dirinya tidak kuat dengan ajaran yang dianutnya.