6 Bencana yang Hampir Membuat Bumi 'Kiamat', Ada yang dari Indonesia

Ilustrasi letusan Gunung Toba di Sumatera Utara.
Sumber :
  • Bradshaw Foundation

VIVA – Ada beberapa bencana yang hampir memusnahkan kehidupan di bumi yang jarang diketahui. Kiamat sendiri adalah salah satu kejadian yang pasti akan menimpa Bumi kapan saja dan masih dirahasiakan oleh Tuhan. Mayoritas dari kita mungkin hidup dengan ketidaktahuan tentang bahaya yang bisa terjadi di sekitar kita. 

Bahkan, sebagian besar orang hanya melakukan hal yang sama setiap harinya, mulai dari bangun, pergi bekerja, pulang, sampai menghabiskan waktu bersama dengan keluarga dan selalu seperti itu. Nah, di tahun-tahun sebelumnya, dunia seperti sudah mendekati akhir dan berubah secara signifikan. Berikut ulasan tentang bencana yang hampir membuat bumi kiamat yang disadur dari berbagai sumber. 

1. Ledakan Gunung Toba Supervolcano

Ilustrasi letusan Gunung Toba di Sumatera Utara.

Photo :
  • Bradshaw Foundation

Bencana yang hampir saja memusnahkan kehidupan di bumi terjadi sekira 74.000 tahun yang lalu. Umat manusia di bumi hampir menghadapi tingkat kepunahan ketika Gunung Toba Supervolcano di Indonesia meledak dan memuntahkan sekira 700 kilometer kubik (2.800 kilometer kubik) magma. Letusan ini mengakibatkan volume abu yang sangat besar di Samudera Hindia, Semenanjung India, dan Laut Cina Selatan sejauh 7 ribu kilometer.

Sebuah penelitian genetika memperlihatkan bahwa pada waktu terjadi letusan, jumlah manusia yang ada di dunia terus mengalami penurunan. Sebagai catatan, terdapat berbagai penelitian yang memperlihatkan bahwa penurunan itu karena lebih dari sekadar gunung api. Tapi, para ahli tahu bahwa letusan gunung berapi bisa menghapuskan manusia dan bentuk kehidupan lain dari planet bumi. 

2. Bencana Shaanxi Earthquake

Warga Kota Xian, Provinsi Shaanxi, China, menerima sayur-sayuran dari pemerintah

Photo :
  • ANTARA/HO-IC/mii

Bencana yang hampir membuat bumi kiamat terjadi pada tahun 1556 tepatnya di Cina. Negara ini dilanda bencana alam yang mematikan dan mengerikan yang dikatakan sebagai Shaanxi Earthquake. Bencana ini sampai menewaskan sekira 830 ribu orang dan dipandang sebagai gempa bumi terburuk sepanjang sejarah. Walaupun bukan gempa yang paling kuat, tapi bencana ini menghantam pemukiman padat penduduk. 

3. Wabah Cacar

Ilustrasi ruam cacar.

Photo :
  • U-Report

Bila ditelusuri sepanjang sejarah kembali ke peradaban Mesir Kuno, cacar sudah menjadi penyakit yang menghancurkan untuk peradaban manusia. Sebelum itu, cacar berhasil memusnahkan penduduk Amerika sampai 90 hingga 95 persen penduduk meninggal dunia. Untungnya, tahun 1980, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyakit ini bisa diberantas dengan vaksinasi. 

4. Pemusnahan Massa Cretaceous-Tersier 

Bencana yang hampir membuat bumi kiamat berikutnya terjadi sejak jutaan tahun yang lalu. Selama kepunahan massal Cretaceous-Tersier, sebuah komet berhasil menyapu bersih dinosaurus, amonit, dan tanaman berbunga. Bencana tersebut juga membawa keajaiban sekaligus menjadi misteri besar mengapa beberapa hewan hidup dan yang lainnya mati. 

5. Wabah Hitam

Wabah hitam merupakan salah satu epidemi yang paling dahsyat dalam sejarah peradaban manusia. Wabah tersebut sampai menewaskan lebih dari 50 juta orang tahun 1346 sampai 1353, yang merupakan 60 persen dari keseluruhan kehidupan di Eropa pada saat itu. Wabah tersebut mempunyai pengaruh yang sangat buruk kepada pertumbuhan dan kebudayaan masa depan di Eropa. 

6. Gempa Antiokh 526 M

Ilustrasi - Seismograf, alat pencatat getaran gempa.

Photo :
  • ANTARA

Layaknya bencana yang terjadi sejak ribuan tahun yang lalu, jumlah korban jiwa karena gempa Antiokhia sulit untuk didapati. Penulis sejarah kontemporer John Malalas menulis pada saat itu bahwa ada sekira 250 ribu orang meninggal dunia ketika gempa melanda kota Kekaisaran Bizantium pada Mei 526. 

Malalas menghubungkan bahwa bencana tersebut adalah murka Tuan dan melaporkan bahwa kebarakan yang menghancurkan segala sesuatu di Antiokhia yang tidak dihancurkan gempa. Menurut sebuah penelitian, jumlah korban tewas lebih tinggi ketimbang waktu lain dalam setahun lantaran kota ini dipenuhi dengan turis yang merayakan Hari Kenaikan Yesus Kristus.