Mengenal Gopnik, ‘Jamet’ dari Rusia
- weirdworldwire.com
VIVA – Istilah jamet akhir-akhir ini kerap digunakan dalam bahasa pergaulan di Indonesia. Namun sebenarnya kata jamet sudah ada sejak dulu. Awalnya, jamet merupakan singkatan dari ‘jajal metal’ atau seseorang yang ingin terlihat keren dengan bergaya menggunakan aksesoris khas musik metal seperti kalung rantai, telinga yang ditindik banyak, dan rambut gondrong.
Namun seiring berjalannya waktu, makna kata jamet bergeser. Kini jamet identik dengan seseorang yang mengenakan baju terlalu besar, model rambut lancip ke atas, serta sering kali berjoget seolah-olah sangat menikmati hidup.
Fenomena jamet saat ini dikaitkan dengan alay, orang-orang yang bergaya dan berkelakuan dianggap norak oleh masyarakat mayoritas.
Tak hanya di Indonesia, rupanya fenomena jamet juga ada di belahan dunia lain. Salah satunya berada di Rusia dan negara pecahan Uni Soviet lainnya yang dikenal dengan nama ‘Gopnik’.
Dilansir VIVA dari video milik kanal YouTube Sepulang Sekolah yang diunggah pada 28 Desember 2021, Gopnik biasanya dijumpai di kota-kota kecil dan berasal dari keluarga kelas bawah berpendidikan rendah atau bahkan putus sekolah.
Gopnik
- Spirt/Wikimedia
Kendati demikian, mereka tidak bisa mendapat pekerjaan layak sebab kurangnya kemampuan yang mumpuni. Para pengangguran ini lalu berkumpul kemudian dikenal dengan istilah Gopnik.
Pecahnya negara Uni Soviet pada 26 November 1991 juga menjadi pemicu banyaknya pengangguran sehingga semakin banyak pula Gopnik bermunculan.
Kegiatan Gopnik antara lain yakni berkumpul mengonsumsi minuman beralkohol dengan kuaci dan merokok.
Asal usul kata Gopnik
Gopnik
- Eduardlecker/Wikimedia
Lahirnya subkultur Gopnik di Rusia dan sekitarnya ternyata cukup historis. Kata Gopnik sendiri berasal dari singkatan Gorodskoye Obshezhitie Proletariata (GOP), merupakan rumah penampungan bagi anak muda miskin yang melakukan tindak kriminal dan dibangun oleh pemerintah pada tahun 1917. Sementara ‘nik’ jika diterjemahkan secara harfiah dalam Bahasa Indonesia berarti ‘orang yang–’. Sehingga pada mulanya Gopnik adalah sebutan untuk penghuni rumah penampungan GOP.
Lagi-lagi kata mengalami pergeseran makna, begitu juga dengan istilah Gopnik. Kata GOP melebar artinya menjadi bahasa gaul dari ‘pemalakan’ karena para penghuni rumah penampungan GOP sering melakukan hal tersebut. Maka dari itu, sekarang fenomena Gopnik dikenal sebagai preman kelas bawah yang gemar memalak.