Ini yang Harus Dilakukan Ketika Orang Terdekat Didiagnosis Kanker

Ilustrasi kanker.
Sumber :
  • Pixabay/PDPics

VIVA – Tak seorang pun yang ingin mendengar jika dirinya didiagnosis mengidap kanker. Vonis dokter ini tentu bisa membuat seseorang merasa sangat terpukul, bahkan kehilangan semangat hidup.

Jika ini terjadi pada orang terdekat, entah itu orangtua, adik atau kakak, atau sahabat, tentunya yang bisa dilakukan adalah memberi mereka dukungan dan semangat. Tapi, sering kali banyak yang kemudian merasa canggung dan takut menanyakan karena khawatir akan menambah luka di hati mereka.

Menurut dr. Siti Annisa Nuhonni, SpKFR, komunikasi adalah salah satu faktor penting dalam mendampingi perawatan pasien kanker. Banyak yang menjadi takut memulai komunikasi karena cemas apa yang diucapkannya bisa salah.

"Kadang bingung mau bilang apa, atau takut dianggap ikut campur," kata Nuhonni dalam acara talkshow bertajuk ‘Doctor-Patients Communication in Palliatiave Cancer Care’ di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat, 24 Agustus 2018.

Untuk itu, sebelum memulai komunikasi, sebagai orang yang mendampingi mereka harus membuka diri dengan mengobservasi si pasien.

Jika berbicara sebagai teman, posisikan diri sebagai teman dengan si sakit, dengan demikian akan terhindar dari pemahaman ikut campur.

Nuhonni mengingatkan, orang di sekitar pasien juga harus memperhatikan tanda depresi pada pasien. Jangan juga memicu depresi atau pemikiran yang lebih mendalam dengan mengatakan, 'Kanker tidak seberat itu', 'Masih banyak yang lebih menderita', atau 'Sudah terima saja'.

"Yang perlu kita lakukan adalah menghargai kesedihan pasien, mengapresiasi kemajuan pasien, dan memberikan dia kesempatan untuk menolong orang lain," imbuh Nuhonni.