Waspada, 5 Jenis Obat Ini Dapat Turunkan Tingkat Kesuburan

Ilustrasi obat/suplemen.
Sumber :
  • pixabay/pexels

VIVA – Bagi pasangan yang sedang program hamil, tentunya sangat menjaga asupan makan, hingga mengonsumsi vitamin resep dokter untuk mendongkrak kualitas KKesuburan. 

Namun tahukah Anda, bahwa ada beberapa jenis obat yang jika dikonsumsi justru berpotensi menurunkan tingkat, apa saja? Dilansir laman WebMD berikut ini 5 jenis obat yang harus dihindari.

1. Steroid

Steroid sering digunakan para atlet untuk membentuk massa otot, sedangkan pada wanita digunakan demi alasan estetika. Tapi obat ini tidak dijual bebas dan di dunia olahraga profesional sendiri, penggunaan steroid telah diklasifikasikan sebagai tindakan melanggar hukum.

Namun untuk beberapa masalah peradangan akut, dokter masih meresepkannya. Diketahui dampak steroid  bagi wanita, dapat menghambat kelenjar hipofisis untuk melepaskan Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang diperlukan untuk melepaskan telur dari indungnya (ovulasi). Sedangkan bagi pria, dapat menurunkan jumlah sperma.

2. Pengobatan kanker

Terapi pengobatan kanker dengan kemoterapi tentu berdampak pada sel sehat. Bagi wanita efek pengobatan kanker Ini dapat merusak sel telur atau menyebabkan kegagalan ovarium prematur di mana ovarium berhenti melakukan fungsinya sebelum usia wanita mencapai 40 tahun. Sedangkan bagi pria dapat merusak sel sperma atau kemampuan untuk memproduksi sperma.

3. Obat antipsikotik

Obat ini sering digunakan untuk menyembuhkan gangguan jiwa pada pasien psikosis. Bagi wanita efek obat ini dapat memengaruhi kelenjar hipofisis dan meningkatkan kadar hormon prolaktin sehingga dapat mengganggu atau menghentikan ovulasi. Sedangkan bagi pria dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan kesulitan dalam ejakulasi.

4. Produk untuk rambut dan kulit yang mengandung hormon. 

Krim kulit, gel, dan produk perawatan rambut yang mengandung hormon estrogen dan progesteron juga dapat mempengaruhi ovulasi. Parahnya lagi jika produk tersebut mengandung merkuri.

5. Obat anti-hipertensi atau anti-darah tinggi.

Bagi wanita dapat meningkatkan kadar hormon prolaktin dan dapat mengganggu ovulasi. Bagi pria dapat menyebabkan impotensi (disfungsi ereksi).