Perjuangan Sutopo Purwo Nugroho Lawan Kanker hingga Tutup Usia

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

VIVA – Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat di Guangzhou, China. Sutopo meninggal setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Sutopo meninggal pada usia 49 tahun saat menjalani pengobatan di Guangzhou. Pria kelahiran Boyolali ini divonis kanker paru-paru pada pertengahan Januari 2018 lalu, meski sebenarnya penyakit itu sudah dideritanya sejak lama. Saat itu dokter yang menanganinya mengatakan bahwa sel kanker sudah menyebar ke tulang dan kelenjar getah bening.

Pria yang diganjar Asian Of The Year 2018 pun melakukan pengobatan medis hingga tradisional dengan mengonsumsi obat-obatan herbal untuk sembuh. Dan ketika divonis kanker paru-paru stadium akhir sebulan setelahnya, dia pun harus menjalani sederet pemeriksaan dan terapi agar kondisinya membaik.

Sutopo menjalani kemoterapi dan radioterapi guna membunuh sel kankernya. Saat itu, dia mengakui bahwa poses pengobatan yang dijalaninya menyakitkan. Efek dari pengobatan itu, dia mengalami mual dan muntah hingga berat badannya turun drastis.

Sempat di rawat di sejumlah rumah sakit, akhirnya Sutopo dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Di sana dia melanjutkan radiasi dan
kempoterapi.

Meski dalam kondisi sakit dan terbaring di ruang operasi rumah sakit, Sutopo masih tetap melaksanakan tanggung jawabnya, dengan mengawal kejadian bencana yang sempat menimpa beberapa daerah di Indonesia. Ia memberi informasi terbaru tentang bencana yang terjadi di Palu, Sulawesi pada 2018 lalu.

Kemudian demi mengobati sakitnya tersebut, Sutopo memilih melanjutkan pengobatan ke China. Dia ke China sekitar sebulan lalu dan hal itu disampaikan dalam akunnya di Instagram.

"Hari ini saya ke Guangzhou untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh. Kondisinya sangat menyakitkan sekali," tulis Sutopo pada 15 Juni 2019 lalu.

Namun belum sebulan di sana, kabar duka datang dini hari tadi mengabarkan kepergiannya. Selamat jalan Pak Sutopo.