Viagra untuk Perempuan. Mengapa Begitu Kontroversial?
- bbc
Perempuan di Amerika Serikat kini punya akses ke obat peningkat hasrat seksual yang dijuluki sebagai "viagra perempuan". Lembaga Pengawas Obat dan Makanan AS, FDA, telah memastikan obat dengan merk Vyleesi ini aman untuk dikonsumsi. Berita ini dianggap kemenangan bagi kesehatan seksual perempuan.
Namun, beberapa minggu kemudian, obat ini memicu debat mengenai apa sesungguhnya peran obat itu dalam peningkatan hasrat seksual. Vyleesi ini punya nama umum bremelanotide yang dirancang untuk perempuan segala usia yang mengalami kondisi yang disebut sebagai hypoactive sexual desire disorder (HSDD).
Gejala ini digambarkan sebagai rendahnya minat pada aktivitas seksual dan diperkirakan ini dialami oleh 6% hingga 10% perempuan yang masih dalam usia reproduktif di AS.
Ini merupakan kedua kalinya industri farmasi menguji coba "viagra perempuan". Persetujuan FDA telah menimbulkan kontroversi sesudah dokter menyatakan keraguan mereka terhadap efektivitas obat ini dan risiko bagi perempuan yang mengkonsumsinya.
Jadi seampuh apa bremelanotide? Lalu apa kekhawatiran risiko yang dinyatakan para dokter itu?
Injeksi vs pil
Obat baru ini dikonsumsi dengan cara disuntikkan ke tubuh oleh si pasien sendiri. - Getty Images
Vyleesi yang dikembangkan oleh Palatin Technologies dan izin produksinya dipegang oleh Amag Pharmaceuticals, dikonsumsi dengan cara injeksi ke tubuh sendiri. Obat ini bekerja dengan menekan kecemasan, dan meningkatkan hasrat seks dengan cara meningkatkan hormon dopamin dan menghambat pelepasan hormon serotonin.
Obat baru ini akan bersaing dengan Addyi, pil yang dijual oleh Sprout Pharmaceuticals untuk dikonsumsi setiap hari dan disetujui FDA tahun 2015. Ketika itu, keputusan FDA juga kontroversial, beberapa ahli mengatakan Addyi sangat tidak efektif dan kemungkinan tidak aman.
Produsen Vyleesi mengatakan pasien tidak harus puasa alkohol ketika mengkonsumsi obat itu, sedangkan hal itu sangat disarankan bagi pengguna Addyi. Vyleesi juga menjanjikan efek samping lebih ringan dan kemanjuran cepat tanpa harus dikonsumsi tiap hari.
Namun, Madeleine Armstrong, jurnalis spesialis farmasi dan industri teknologi kesehatan, mempertanyakan klaim Vyleesi ini.
"Pasien disarankan menginjeksi diri dengan Vyleesi 45 menit sebelum berhubungan seks, tapi ini bisa menyebabkan mual-mual sehingga seks jadi batal. Sebanyak 40% pengguna mengalami ini, bahkan ketika mereka mengkonsumsi obat itu satu jam sebelumnya," kata Armstrong.