KLB Hepatitis A di Depok, Jabotabek Diimbau Mulai Waspada

Ilustrasi Hepatitis.
Sumber :
  • Pixabay/pexels

VIVA – Sehubungan dengan peningkatan kasus Hepatitis A, Pemerintah Kota Depok telah merespons cepat dengan melakukan penetapan Kejadian Luar Biasa Hepatitis A. Diketahui, kasus hepatitis A tersebut bermula di SMPN 20 Depok.

Tim Gerak Cepat (TGC) dari Kementerian Kesehatan RI, Dinkes Provinsi Jawa Barat dan Dinkes Kota Depok, masih terus melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) untuk mengurangi jumlah penderita dan mencegah kematian serta mendapatkan informasi cepat, tepat dan akurat terkait kasus-kasus baru. 

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Anung Sugihantono, M.Kes mengatakan setelah dilakukan PE tidak ada laporan kematian, namun masyarakat diimbau tetap waspada.

"Setelah PE tidak dilaporkan adanya kematian, tapi ini adalah sinyal bahwa kita harus mampu melakukan berbagai hal untuk antasipasi serta melakukan kegiatan pencegahan dan pengendalian terkait faktor risiko penularan," ucap Dirjen Anung, dalam temu media di gedung Kemenkes, Rabu 4 Desèmber 2019.

Meski begitu, Dirjen Anung menuturkan bahwa penyebaran hepatitis A perlu diwaspadai semakin meluas. Terlebih pada masyarakat yang tinggal di kota di sekitar Depok.

"Ini bukan perkara Depok saja. Saya minta Tangerang selatan, Bogor, Jakarta, dan Bekasi ikut waspada," ujar Anung menambahkan.

Anung menegaskan hal ini bukan berarti masyarakat dilarang berkunjung ke kota Depok ataupun melakukan kuliner di kota tersebut. Namun, penyebaran virus bisa terjadi jika sanitasi lingkungan dan higienis diri tak dijaga dengan baik.

"Pencegahan dengan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Kami anjurkan dalam konteks itu, cuci sayur dari air yang benar," ungkapnya lagi.

Sebagai informasi, sejak ditemukan kasus hepatitis A pada tanggal 12 November 2019 berdasarkan laporan dari petugas Puskesmas Rangkapan Jaya, Depok, jumlah kasus yang dilaporkan terus menurun. 

Kasus terakhir ditemukan pada tanggal 28 November 2019 sebanyak 2 kasus. Total kasus sampai dengan tanggal 3 Desember 2019 sebanyak 262 kasus gejala klinis Hepatitis A.