Waspada Demam Berdarah Dengue, Kenali Gejalanya Sejak Dini

Petugas saat melakukan pengasapan (fogging) di Surabaya, Jatim untuk cegah DBD
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

VIVA – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mencatat sebanyak 110.921 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Indonesia sejak Januari hingga Oktober 2019. Angka kasusnya meningkat drastis dibanding tahun 2018 akibat adanya kejadian luar biasa (KLB).

Dikutip dari laman Healthline, DBD merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk di berbagai negara tropis dan subtropis. Diketahui, Indonesia memang memiliki iklim tropis sehingga masyarakatnya berisiko terjangkit penyakit ini.

Gejalanya sendiri mencakup demam, bintik merah, dan nyeri otot dan sendi. Selain itu, terdapat perdarahan di bawah kulit yang menyebabkan bintik merah kian banyak.

Keluhan lainnya juga disertai muntah yang cukup sering hingga nyeri perut. Terlebih, infeksi virus ini bisa menjadi kondisi yang berat dan kasus DBD bisa berakibat pada kematian.

Hal tersebut bisa disebabkan karena gejala kasus DBD ini cukup sulit dibedakan dengan penyakit lain. Maka, waspadai jika beberapa gejala khas DB muncul seperti demam yang naik dan turun atau tidak menentu, kulit yang dingin, sakit perut yang sangat terasa, hingga mimisan.

Semakin dini penyakit ini ditangani, semakin baik kondisi seseorang, dan semakin cepat pula kemungkinan sembuh. Pencegahan juga dapat dilakukan agar membuat tubuh terhindar dari gigitan nyamuk pembawa virus.

Salah satunya dengan rutin membersihkan area sekitar rumah dari genangan air, terlebih di musim hujan, genangan air bisa menjadi sarang nyamuk berkembangbiak. Selain itu, gunakan pakaian yang menutupi tubuh agar nyamuk tidak leluasa menggigit.