Jangan Keliru Beda Serangan Jantung, Gagal Jantung dan Henti Jantung

Ilustrasi serangan jantung.
Sumber :
  • Pexels

VIVA – ?Wafatnya Ashraf Sinclair secara mendadak akibat serangan jantung di usia 40 tahun membuat terkejut banyak pihak. Serangan jantung sebenarnya bisa terjadi di usia berapa pun meski saat ini kian sering menyerang usia muda.

Dijelaskan Dokter Spesialis Jantung, dr. Vito A. Damay Sp. JP(K), serangan jantung terjadi akibat adanya penyumbatan di pembuluh darah menuju jantung. Akibatnya, jantung tidak mendapatkan oksigen dan makanan.

Bila hal ini dibiarkan, fungsi jantung akan terganggu. Bahkan bisa menyebabkan sel-sel jantung mati hingga akhirnya berhenti memompa darah. Saat itulah serangan jantung terjadi. Masalah ini memang seringnya datang tiba-tiba

"Serangan jantung adalah yang paling sering (terjadi)," ujar Vito kepada VIVA, Rabu 19 Februari 2020.

Sementara itu, cardiac arrest atau henti jantung umumnya karena gangguan irama jantung fatal. Meski penyebabnya bisa berbagai faktor tapi penyebab terseringnya adalah serangan jantung.

"Henti jantung itu jantung berhenti memompa dengan efektif, bergerak saja tidak memompa juga disebut henti jantung. Ada gambaran EKG itu belum tentu jantung masih pompa, berdetak pelan atau tidak teratur sehingga pompa jantung tidak berfungsi itu namanya henti jantung," jelasnya.

Vito juga menegaskan bahwa gagal jantung tidak sama dengan henti jantung. Sebab, gagal jantung terjadi saat pompa jantung melemah atau fungsi jantung untuk memompa tidak berfungsi normal.

Namun, kondisi ketiganya itu bisa berakibat fatal. Di mana semua kondisi tersebut berakhir pada henti jantung dan memicu kematian.

"Henti jantung tidak selalu serangan jantung, serangan jantung dapat menyebabkan gagal jantung dan henti jantung," terangnya.