Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Mengenal Terapi Kombinasi, Inovasi Pengobatan untuk Pasien Diabetes

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 00:03 WIB
Foto :
  • Pixabay
Ilustrasi tes diabetes.

VIVA – COVID-19 dapat menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun data menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (komorbid) memiliki risiko terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini. Riwayat penyakit kronis yang dimaksud antara lain adalah hipertensi, diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit paru kronis.

Diabetes, merupakan komordibitas kedua yang tersering ditemukan, sekitar 8 persen kasus setelah hipertensi dan dengan angka kematian tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan penderita secara umum (7,3 persen berbanding 2,3 persen).

Baca Juga

Ketua Umum PB PERKENI, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD., mengatakan Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu faktor risiko tertinggi penularan COVID-19. Oleh karena itu, penting untuk penyandang diabetes di masa pandemi, harus rajin memonitor gula darah. Sebab semakin tinggi gula darah semakin risiko menjadi berat dan bahkan kematian.

"Sudah banyak data seperti itu. Gula darah yang tinggi akan menyebabkan imunitas menurun dan juga memicu peradangan yang luas sehingga memperburuk penularan," kata Ketua Umum Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Prof.Dr.dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD dalam press conference virtual, Jumat 7 Agustus 2020.

Baca Juga: Rhea Chakraborty Diperiksa Polisi Terkait Transaksi Mencurigakan

Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler