#TanyaDokter: Gejala dan Ciri-ciri Serangan Jantung Mematikan

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSPI, dr. Wibisono Firmanda, Sp.JP
Sumber :
  • Dokumentasi RSPI

VIVA – Masalah penyakit jantung bisa menyerang siapa saja. Apalagi saat ini lantaran gaya hidup yang buruk, banyak orang di usia muda mengalami masalah penyakit jantung, atau bahkan sudah mulai merasakan masalah serangan jantung

Untuk itu, kamu perlu waspada. Akan lebih baik, cari tahu apa dan bagaimana ciri atau pun gejala seseorang yang mengalami serangan jantung. 

Lewat rubrik #TanyaDokter, dr. Wibisono Firmanda, Sp.JP yang merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Pondok Indah – Pondok Indah, membahas lebih jauh tentang bagaimana ciri-ciri serangan jantung yang wajib diwaspadai. 

Ciri ciri serangan jantung
Ciri-ciri serangan jantung itu menurut dr Wibisono bermacm-macam. Tapi gejala khasnya, seperti nyeri dada berat sebelah kiri seperti ditekan benda berat disertai dengan sakit yang menjalar dari dada kiri ke lengan kiri atau ke punggung dan disertai keringat dingin atau mual atau muntah.

Tapi, belum tentu semua gejalanya muncul pada penderita serangan jantung. Namun, jika semakin banyak gejala yang muncul, semakin tinggi kemungkinan ini adalah gejala serangan jantung.

Apa yang harus dilakukan jika dicurigai suatu serangan jantung?
Yang pertama berhenti beraktivitas dan kedua bawa ke rumah sakit untuk melakukan evaluasi ini benar atau tidak gejala jantung. 

Diet 
Lalu diet dan olahraga yang pas untuk penderita jantung seperti apa? Untuk diet dan olahraga untuk orang-orang yang mengidap penyakit jantung, harus diperjelas dulu penyakit jantungnya yang seperti apa. 

Untuk penyakit jantung karena sumbatan jantung, maka untuk dietnya yang penting adalah rendah garam, rendah kolesterol dan rendah gula. Karena, kolesterol tinggi, gula darah tinggi dan garam tinggi akan menyebabkan sumbatan di pembuluh jantung bisa meningkat dan menyebabkan serangan jantung.

Olahraga
Untuk olahraga bagi pasien yang mengalami sumbatan jantung, direkomendasikan olahraga tiga kali seminggu, minimal setiap olahraga 30 menit, dan yang paling aman dikerjakan adalah jogging, bersepeda, berenang atau senam. Jika sudah kuat, semakin rutin setiap hari tidak masalah asalkan intensitasnya ringan sampai sedang. 

kalau untuk intensitas berat tidak direkomendasikan untuk orang orang yang sudah memiliki masalah sumbatan pembuluh darah jantung, contohnya seperti sprint atau olahraga kompetitif itu tidak dianjurkan, tapi semua itu harus dikembalikan pada kondisi pasien, dan harus lakukan konsultasi ke dokter jantung atau dokter yang mengerti kondisi pasiennya sehingga dia bisa memberikan spesifik diet dan olahraga yang bisa dilakukan pasien tersebut.