Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Kolom Prof Tjandra: Kenapa COVID-19 Positif Sesudah Divaksin

Minggu, 24 Januari 2021 | 10:00 WIB
Oleh :
Foto :
  • satgas covid-19
Guru Besar Paru FKUI & Mantan Direktur Regional WHO SEARO, Profesor Tjandra Yoga Aditama

VIVA – Kita ketahui bahwa vaksinasi sudah dimulai di Indonesia. Dalam hari-hari ini ada berita seorang Kepala Daerah dan juga seorang Dokter Spesialis yang positif COVID-19, dan mereka beberapa hari sebelumnya mendapat suntikan vaksin COVID-19.

Pengalaman di Indonesia ini bukan hal baru. Beberapa waktu yang lalu kita juga baca di media bahwa di negara lain juga ada anggota masyarakat yang disuntik vaksin COVID-19 dan beberapa waktu kemudian mereka melakukan tes dan ternyata positif COVID-19 juga. Akibatnya ada kemudian pihak yang bertanya-tanya, kenapa hal ini dapat terjadi. Setidaknya ada tiga hal yang dapat menjelaskan fenomena ini.

Baca Juga

Pertama, seperti sudah banyak dibahas bahwa vaksin COVID-19 yang sekarang tersedia di dunia harus disuntikkan dua kali. Jadi, proteksi kekebalan baru akan terbentuk dengan baik beberapa waktu sesudah suntikan kedua. Artinya, beberapa hari sesudah suntikan pertama maka memang belum cukup terbentuk antibodi dalam tubuh manusia untuk mencegah terjadinya penyakit.

Jadi, kemungkin pertama seseorang ternyata COVID-19 positif beberapa hari sesudah disuntik vaksin adalah karena memang dia belum ada cukup antibodi sehingga masih mungkin tertular dan sakit. Dalam hal ini kita juga ketahui pula bahwa sekarang sedang dalam penelitian untuk mendapatkan vaksin COVID-19 yang hanya disuntikkan satu kali saja.

Kalau nanti benar-benar tersedia vaksin yang hanya sekali disuntik maka pembentukan antibodi dan proteksi tentu akan terjadi lebih cepat. Juga, penyuntikan hanya satu kali akan meningkatkan kepatuhan masyarakat karena tidak harus kembali lagi ke tempat penyuntikan 2-4 minggu sesudah penyuntikan pertama.

Penjelasan kedua adalah bahwa mungkin saja seseorang sudah tertular vaksin COVID-19 beberapa hari sebelum penyuntikan dilakukan. Misalnya saja, seseorang kemasukan/tertular virus COVID-19 pada tanggal 1, mungkin karena tidak mentaati 3 M dll, lalu tanggal 4 dia disuntik vaksin, dan lalu tanggal 7 dia menjalani tes PCR dan ternyata positif COVID-19, maka tentu kejadian sakitnya memang sudah terjadi sebelum vaksin dilakukan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler