Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Kontroversi Diet Tya Ariestya, Sayuran Disebut Bikin Gemuk

Kamis, 4 Maret 2021 | 08:27 WIB
Foto :
  • Instagram/tya_ariestya
Diet Tya Ariestya.

VIVA – Buku diet Tya Ariestya membuat sejumlah tokoh meradang. Terbaru, Fitness influencer Yulia Baltschun, yang geram akan pola diet tersebut, meminta agar buku itu tak lagi dibaca oleh banyak orang.

Bahkan, Yulia mem-blacklist diet yang dijalani ibu dua anak itu. Yulia mengaku, mengetahui pola diet Tya tersebut dari sebuah akun komunitas gizi. Tim VIVA kemudian menelusurinya.

Baca Juga

Adalah akun @gizipedia_id yang memulai sebuah utas akan pola diet tersebut. Dibeberkan akun itu, awalnya sempat bingung lantaran banyak netizen yang bertanya peran sayur yang dianggap memicu kegemukan. Usut punya usut, pertanyaan itu lahir akibat dari sebuah buku diet yang viral. Ya, buku itu berjudul The Journey of #FitTyaAriestya.

"Sebagai ahli gizi, koleksi buku diet keluaran pakar kesehatan sampai artis sudah sangat banyak. Tapi baru kali ini, sangat ingin review buku diet. Karena kesalahan pahaman ini harus segera berhenti," tulis akun itu.

Berikut beberapa kontroversi diet Tya Ariestya berdasarkan akun tersebut.

Sayuran picu kegemukan

Dalam utas pertamanya, akun itu menyematkan pernyataan bahwa sayuran menghambat penurunan berat badan. Pernyataan itu berasal dari buku Tya di halaman 40-41.

"'Bukan karena sayur itu gak bagus buat badan, tetapi karena aku gak suka aja, hehe!' kalimat yg mengakhiri paragraf kedua. What?" kata akun itu.

Masih di halaman yang sama, opini Tya Ariestya dalam buku itu, kembali diulas oleh akun tersebut. Lagi-lagi, opini akan pola diet itu membuatnya cukup khawatir.

"Pada paragraf ke-6, "Oh iya, tau gak sih, kalau sayur bisa menghambat penurunan bb, loh". Speechless. Seumur hidup baru ini saya dengar statement itu. Dibuku tertulis, dokter tidak mempermasalahkan kalau gak suka makan sayur, ya ga usah dulu. Speechless lagi. Mengingat sejak kuliah mati-matian usaha membuat inovasi agar sayur bisa dinikmati yg tidak suka," terang akun itu panjang lebar.

Sayur dianggap memiliki dampak kurang baik

Dari utas di atas, berlanjut bahwa Tya menyebut sayur memiliki serat. Peran serat sendiri akan berdampak buruk pada bakteri baik dalam tubuh. Hal itu pun dibantah oleh akun gizi itu.

Kembali dari opini Tya, disebutkan bahwa bakteri baik yang terganggu tidak menyerap nutrisi penting dari lambung dan usus. Lalu, Tya beropini bahwa makan berserat menyebabkan perut kembung dan diare pada beberapa orang.

"Salah juga, penyebab kedua penyakit itu bukan serat pangan," koreksi akun itu.

Salad bisa sebabkan kenaikan berat badan

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler