Berakibat Fatal, Pahami Beda Flu Biasa dan Influenza

Ilustrasi virus influenza.
Sumber :
  • http://www.pasiensehat.com

VIVA – Saat batuk dan pilek, banyak yang beranggapan bahwa tubuh sedang mengalami flu. Padahal, dua gejala tersebut dapat menjadi tanda tubuh tengah terserang flu biasa maupun influenza. Apa perbedaan keduanya?

Dijelaskan oleh Medical Expert Combiphar, dr. Carlinda Nekawaty, anak-anak dan orang dewasa rentan mengalami hidung tersumbat maupun berair serta batuk dan bersin-bersin. Secara awam, gejala tersebut kerap dianggap sebagai flu biasa.

Namun, flu biasa dan influenza secara kasat mata terlihat serupa tapi perbedaannya sangat menonjol. Apalagi, dampak yang diakibatkan bisa fatal.

"Secara awam, tidak bisa membedakannya. Sama-sama dari virus tapi bedanya ada pada jenis virusnya," ujarnya dalam acara media virtual bersama Combiphar, beberapa waktu lalu.

Pada influenza, diakibatkan oleh virus bernama influenza. Gejala pada umumnya yakni batuk dan pilek namun akan terlihat lebih berat karena disertai demam hingga 38 derajat, nyeri otot, pegal-pegal, linu, rasa malas, hingga sakit kepala berat.

"Keluhan bisa lebih lama 5-10 hari bahkan berbulan-bulan apalagi kalau ada bakteri yang jadi penyebabnya. Akhirnya akan ada komplikasi pneumonia," tuturnya.

Pada influenza, bisa juga berakibat pada infelsi radang selaput yang menimbulkan rasa sesak pada anak. Untuk itu, sebaiknya dicegah dengan vaksinasi influenza yang diberikan setiap tahun.

Sementara pada flu biasa, diakibatkan oleh jenis virus bernama rhinovirus. Gejalanya akan lebih ringan di mana batuk pilek akan disertai suhu tubuh hangat 37,8 derajat. Biasanya, virus ini akan hilang dan gejala reda dengan sendirinya tanpa obat khusus.

"Parasetamol bisa (menurunkan demam). Self limited disease dengan memaksimalkan daya tahan tubuh anak. Tidak perlu vaksin dan pengobatan hanya secara simptomatik atau yang hilangkan gejala," ungkapnya.