Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

Vaksin COVID-19 AstraZeneca Dihentikan BPOM, Ini Kata Pakar IDI

Selasa, 18 Mei 2021 | 07:31 WIB
Foto :
  • Freepik/jcomp
Ilustrasi vaksin.

VIVA – Ketua Satuan Gugus Tugas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Zubairi Djoerban, menyampaikan penjelasannya terkait vaksin COVID-19 AstraZeneca yang diduga memicu efek samping berbahaya. Terlebih, Indonesia mencatat adanya kasus kematian usai pemberian vaksin tersebut.

Dalam cuitannya di akun Twitter, @ProfZubairi, vaksin AstraZeneca memang dianggap cukup menyita perhatian dibanding vaksin COVID-19 lainnya. Hal itu diduga adanya sindrom pembekuan darah yang banyak dilaporkan usai masyarakat diberi vaksin asal Inggris itu. 

Baca Juga

“Sindrom pembekuan darah yang terjadi pada sebagian kecil penerima vaksin AstraZeneca terus menarik perhatian dunia. Indonesia pun menghentikan sementara distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547," tulis Prof. Zubairi dikutip VIVA, Selasa, 18 Mei 2021.

Penyetopan vaksin AstraZeneca di Tanah Air lantaran ada kasus kematian pada seorang pria di Jakarta Timur, sehari usai diberikan vaksin AstraZeneca. Meski tak semua vaksin AtraZeneca dihentikan, namun masyarakat mulai ragu akan keamanan vaksin tersebut. 

Prof. Zubairi pun meyakini bahwa vaksin AstraZeneca sangat aman untuk digunakan. Hanya saja, pada produksi batch tertentu, vaksin AstraZeneca tersebut memang dinilai bermasalah, baik itu di Eropa maupun di Indonesia.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler