Jangan Asal, Ini Dosis Tepat Vitamin D untuk Cegah Osteoporosis

Ilustrasi vitamin/obat.
Sumber :
  • Freepik/topntp26

Ilustrasi osteoporosis.

Photo :
  • U-Report

Menjaga kesehatan tulang membutuhkan perjalanan panjang yang perlu dilakukan sejak dini, agar tetap kuat bergerak bebas di usia lanjut dan mengurangi risiko osteoporosis. Untuk mencegah risiko tersebut, sebaiknya mulai dijalani di masa kecil sehingga menjadi rutinitas sehari-hari.

Dikatakan Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dr. Bagus Putu Putra Suryana, SpPD-KR, pola hidup menjadi kunci utama dalam mencegah osteoporosis. Nutrisi baik seimbang dan gerak aktif pada anak sudah seharusnya dikenalkan sejak dini sehingga semakin terbiasa ketika beranjak dewasa.

"Mulai dari masa kanak-kanak, di mana kita harus mencapai massa tulang puncak yang tinggi. Kalau nutrisi tidak bagus, dan kita jarang bergerak, kebiasaan itu perlu diubah. Biasakan untuk hidup sehat dan asup diri dengan nutrisi yang baik," ujarnya, dalam kesempatan yang sama.

Untuk latihan fisik sebenarnya tergantung kemampuan masing-masing, namun dianjurkan agar memilih olahraga dengan intensitas yang sesuai kapasitas. Sementara, durasi berolahraga juga perlu dibatasi yakni 30-60 menit selama 3-5 kali seminggu.

"Ini untuk mengurangi risiko osteoporosis terutama di bagian yang paling mudah keropos yaitu pergelangan tangan, pangkal paha, dan yang di tulang belakang bagian bawah," bebernya.

Untuk nutrisi, dibutuhkan beberapa vitamin salah satunya vitamin D. Rupanya, vitamin D yang dianjurkan tak melebihi 1000 IU dan bisa didapatkan melalui asupan sehari-hari. Sebut saja seperti susu dan telur serta paparan sinar matahari. Jika sudah mendapati sesuai kebutuhan, tak dianjurkan lagi mengonsumsi suplemen agar asupan vitamin D tidak berlebihan.