Gunung Semeru Erupsi, Hati-hati Efek Debu Vulkanik Bagi Kesehatan

Gunung Semeru erupsi
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Gunung Semeru yang terletak di daerah Lumajang, Jawa Timur mengalami erupsi pada Sabtu kemarin pukul 15.00 WIB. Akibat erupsi tersebut, pemukiman yang terletak di sekitar Gunung Semeru menjadi tertutup debu. Masyarakat sekitar pun akhirnya mengungsi.

Dokter spesialis penyakit dalam dan akademisi dr. Prof. Ari Fahrial Syam menjelaskan, debu vulkanik bisa secara langsung menyebabkan gangguan kesehatan pada mata, kulit maupun saluran pernapasan. 

Efek akibat menghirup debu juga bisa muncul 2 minggu setelah debu tersebut bertahan dalam sistem pernapasan, sehingga menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan bawah.

Pertanyaan yang timbul sehubungan dengan debu vulkanik Gunung Semeru adalah apa kandungan yang terdapat di debu vulkanik tersebut? Bagaimana dampaknya bagi kesehatan baik saat ini maupun jangka panjang selain yang telah disebut di atas? Bagaimana sumber air bersih yang terkontaminasi apakah layak digunakan?

Gunung Semeru erupsi

Photo :
  • ANTARA FOTO

“Fakta yang ada saat ini, debu vulkanik memang akan menyebabkan perih pada mata dan menimbulkan gangguan pernapasan berupa batuk dan sesak napas. Pada kulit pun menyebabkan gatal-gatal jika terpapar debu vulkanik,” jelas dokter Ari dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVA.

Dokter Ari menegaskan, pertanyaan seputar dampak debu vulkanik ini harus dijawab. Perlu dilakukan survei kesehatan dan observasi  yang terus menerus di rumah-rumah sakit dan tempat-tempat pengungsian mengenai kasus-kasus penyakit yang ditemukan. 

Sampai sejauh ini, jumlah korban meninggal sebanyak 13 orang dan korban luka umumnya karena luka bakar, akibat semburan debu panas dari erupsi Gunung Semeru. “Permasalahan kesehatan para pengungsi harus diidentifikasi sehingga langkah-langkah yang tepat harus dilakukan,” ucapnya.