4 Cemilan Khas Bandung Ini Aman Buat Penderita Diabetes?

Cireng
Sumber :
  • Cookpad

VIVA – Jika pergi ke Bandung, Jawa Barat tidak lengkap rasanya tanpa mencicipi makanan khas Bandung. Sebut saja peuyeum, surabi, batagor hingga olahan aci. Namun apakah makanan tersebut aman dikonsumsi terutama untuk mereka yang memiliki riwayat diabetes? Bagaimana jumlah kalori yang terkandung di dalamnya?

Terkait hal itu, Spesialis Gizi Klinik, dr. Sheila Stevani, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K FINEM angkat bicara. Dijelaskan oleh Sheila kebutuhan kalori harian setiap orang berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan hingga aktivitas fisik. Untuk pria dewasa kebutuhan kalori hariannya berkisar dari 1.800 hingga 2.500 kalori, sedangkan untuk wanita dewasa berkisar 1.500 hingga 2.000 kalori per hari.

Lantas berapa kandungan makanan seperti peyeum, batagor, surabi hingga olahan aci yang terdapat di dalamnya? Berikut ini ulasannya.

1.  Peuyeum

UMKM gabin tape

Photo :
  • Pemprov Jateng

Peuyeum yang merupakan tape singkong ini memiliki kandungan kalori 170-180 kalori per 100 gram. Selain itu juga mengandung 40 gram karbohidrat. Sehingga kata Sheila makan satu potong peyeum ukuran kecil bisa dikonsumsi sebagai camilan, mengingat camilan yang baik itu berkisar 150 hingga 300 kalori.

Lantas apakah aman peuyeum untuk dikonsumsi oleh mereka yang memiliki diabetes? Terkait hal itu, Sheila menjelaskan bahwa peuyeum yang berbahan dasar singkong ini diolah dengan cara difermentasi menggunakan ragi. Sehingga mengandung karbohidrat yang diolah menjadi gula sebagian. Selain itu peuyeum juga diketahui mengandung indeks glikemik rendah.

"Aman dikonsumsi tapi tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan," kata dia dalam program Hidup Sehat TVONE, Rabu 16 Februari 2022.

2. Surabi

Surabi.

Photo :
  • U-Report

Makanan khas asal Bandung ini diketahui dibuat dari olahan tepung beras dan santan, sehingga mengandung lemak yang cukup banyak. Meski santan mengandung kalori yang jika berlebihan tidak baik bagi tubuh, namun santan merupakan asam lemak rantai sedang yang baik untuk sumber energi.

Untuk surabi oncom, misalnya mengandung 200 kal, sehingga boleh dikonsumsi masih dalam batas snack harian.

"Untuk toping oncom, oncom termasuk kacang-kacangan, kalori 1 sdm oncom hanya 75 kal. Tapi kalau toping-nya coklat, keju susu, atau toping manis perlu hati-hati, sebab sumber protein ditambah gula, hati-hati penderita kencing manis," kata dia.

3. Batagor

Batagor

Photo :
  • U-Report

Batagor atau baso tahu goreng merupakan salah satu makanan khas Bandung yang juga tidak boleh dilewatkan untuk dikonsumsi ketika berkunjung ke Bandung. Namun perlu diperhatikan, batagor yang terdiri dari tahu baso, siomay dan disiraam saus kacang memiliki kalori yang cukup tinggi.

"Batagor ini mayorits isinya baso tahu goreng, keuntungan tahu sumber protein 100 gram protein 5-7gram  cukup tinggi. Namun karena digoreng sehingga 100 gram batagor kalori yang dikandung 300-400 kalori 50 persen mengandung lemak," jelas Sheila.

4. Cireng

Cireng.

Photo :
  • U-Report

Siapa yang tak kenal cireng, aci yang terbuat dari tepung kanji dan daun bawang dan digoreng ini begitu akrab di lidah masyarakat tanah air. Namun perlu diperhatikan, 1 cireng diketahui mengandung 150-200 kalori.

"Bahan dasar tepung banyak mengandung karbohidrat, dan ditambah digoreng lemaknya lebih dari 50 persen. Kalau mau dikonsumsi sebagai camilan cukup satu pieces saja," ungkap Sheila.