Pentingnya Melakukan Tes Demam Berdarah, Begini 3 Pemeriksaannya

Ilustrasi Tes Demam Berdarah
Sumber :
  • U-Report

VIVA Lifestyle – Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini bisa berakibat fatal bila penanganannya tidak tepat. Demam berdarah ringan hanya akan memicu demam dan gejala-gejala lain yang menyerupai flu. Akan tetapi, demam berdarah dengue atau dengue hemorrhagic fever (DHF) yang parah bisa menyebabkan perdarahan serius hingga kematian. Hingga saat ini, tidak ada satu jenis obat pasti untuk menyembuhkan penyakit akibat virus dengue ini. Pengobatan hanya diberikan untuk mengendalikan gejala hingga pasien pulih kembali.

Oleh sebab itu, pasien DBD bisa diperbolehkan dirawat di rumah bila gejalanya ringan. Namun, dokter pasti meminta Anda untuk diopname bila mengalami demam berdarah serius. Pentingnya melakukan pemeriksaan demam berdarah (DBD) sesegera mungkin. Oleh karena gejala demam berdarah dan penyakit lain (seperti flu) bisa sangat mirip, pemeriksaan awal perlu dilakukan agar dapat membantu memastikan adanya infeksi sehingga dapat segera ditangani dengan baik, seperti yang dijelaskan di lamar hellosehat. Hal ini penting mengingat bahwa tidak ada pengobatan untuk demam berdarah, dan pemulihannya hanya bergantung pada faktor-faktor seperti istirahat dan kebutuhan cairan yang tercukupi.

Meski demikian, penularan demam berdarah tetap dapat dicegah. Penyedia layanan kesehatan juga dapat memberi saran tentang cara untuk membatasi penularan penyakit. Sebagai contoh, jika ada anggota keluarga yang terdiagnosis dini DBD, Anda bisa segera melakukan langkah pencegahan dengan menggunakan obat nyamuk. Anda juga bisa membersihkan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan demam berdarah (DBD). Hal ini bertujuan agar anggota keluarga lain tidak ikut tertular demam berdarah.

Jika muncul gejala demam berdarah di atas, ada baiknya penderita segera dibawa ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan:

1. Cek darah DBD

Ilustrasi cek darah

Photo :
  • Pixabay

Pemeriksaan demam berdarah salah satunya cek darah di laboratorium untuk memeriksa kadar leukosit, trombosit, dan hematokrit. Berikut penjelasan cek darah DBD yang mengarah pada gejala demam berdarah:

Leukosit

Jumlah leukosit terkadang normal, tapi biasanya menurun dengan dominansi sel neutrofil. Selain itu, jumlah sel limfosit atipikat atau plasma biru lebih dari 4% pada hari ketiga sampai ketujuh gejala DBD muncul.

Trombosit

Kadar trombosit turun di bawah 100.000 keping per mikroliter darah pada hari ketiga sampai hari ketujuh sakit. Pemeriksaan trombosit perlu diulang setiap 4-6 jam sampai nilai trombosit normal.

Hematokrit

Nilai hematokrit (Ht) meningkat lebih dari 20%, misalkan nilai Ht dari 35% jadi 42%. Untuk mendapatkan perhitungan selisih nilai hematokrit tertinggi dan terendah, biasanya dilakukan pemeriksaan sampai hari ketujuh.

2. Radiologi

Alat radiologi murah temuan dosen UGM

Photo :
  • ugm,.ac.id

Pada pemeriksaan radiologi dengan rontgen dada, dideteksi adanya efusi pleura di paru-paru sebelah kanan penderita. Saat dilakukan USG, terdeteksi adanya penebalan dinding kantong empedu dan efusi pleura penderita.

3. Pemeriksaan serologi

Tes serologi COVID-19

Photo :
  • Siloam Hospitals

Pemeriksaan serologi digunakan untuk mendeteksi timbulnya antibodi pada penderita yang terinfeksi virus dengue, antara lain:

  • Uji serologi Hemaglutinasi Inhibisi (HI) digunakan sebagai standar uji demam berdarah. Pemeriksaan ini memerlukan dua sampel darah, pengambilan sampel perlu dilakukan pada fase akut dan fase penyembuhan.
  • Pemeriksaan cepat atau rapid test Elisa (IgM/IgG) digunakan untuk menentukan rasio limit antibodi dengue IgM terhadap IgG. Uji ini cukup dilakukan sekali dengan pengambilan sampel darah di fase akut DBD. Apabila hasil pemeriksaan demam berdarah dari dokter menunjukkan penderita positif demam berdarah, pasien segera diberikan perawatan.

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Tes DBD (Dengue)

Ilustrasi penyakit demam berdarah

Photo :
  • U-Report

Setelah menjalani tes DBD (dengue), hal yang perlu dilakukan adalah menunggu hasilnya keluar. Lamanya tergantung jenis tes yang dilakukan. Jika hasil tes negatif, dokter mungkin akan merekomendasikan tes lain atau memberi resep obat yang sesuai dengan kondisi.

Namun, jika hasil tes DBD (dengue) positif, perawatan secara intensif akan dilakukan. Meski sebenarnya tidak ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan penyakit ini, dokter akan meresepkan obat untuk meredakan gejala yang dialami dan menganjurkan untuk banyak minum air putih.

Dokter juga mungkin akan menyarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, selama masa pemulihan. Hal ini agar dokter bisa memantau kondisi dan perkembangan gejala secara intensif.