Waspada Bakteri Resistensi Antibiotik Bahaya bagi Kesehatan

Ilustrasi obat dan pil
Sumber :
  • iStock
VIVA.co.id
- Pernah mengeluhkan sakit yang tak kunjung sembuh, meski sudah teratur minum obat? Waspadalah, bisa saja tubuh Anda terinfeksi bakteri atau mikroba resistensi antibiotik. 

Resistensi antibiotik, adalah kondisi di mana bakteri menjadi tidak responsif pada pemberian antibiotik. Tentunya, hal ini membahayakan kesehatan tubuh yang semakin terancam oleh bakteri tersebut. 

Menurut dr. Hari Paraton, Sp. OG (K), selaku Kepala Komite Pengendalian Resistensi Antimikroba (KPRA), terjadinya resistensi antibiotik ini, bisa disebabkan oleh banyak hal. Namun, yang paling sering terjadi, adalah konsumsi antibiotik yang tidak bijak dan berlebihan. 

"Cukup banyak dokter dan tenaga kesehatan, yang meresepkan antibiotik pada pasien, tanpa mengetahui diagnosa penyakitnya dari mana, virus atau bakteri. Jika penyakit disebabkan virus, ya tidak perlu diberikan antibiotik, karena antibiotik membunuh bakteri," katanya. 

Ketidakbijakan dalam menggunakan antibiotik ini, menurut Hari, dapat berujung pada bakteri dalam tubuh yang menjadi resisten terhadap antibiotik. 

"Kalau konsumsi antibiotik berlebihan dan sering, bakteri lama-lama akan menjadi resisten dan semakin sulit sembuh," ungkapnya, ketika dijumpai dalam seminar "Mencegah Resistensi Antimikroba demi Kesehatan Manusia" di Balai Kartini, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2015. 

Efek samping lain dari resistensi antibiotik ini, ungkap Hari, adalah keadaan tubuh yang semakin rentan terhadap gangguan seperti gangguan pencernaan atau keputihan. 

"Ketika antibiotik secara berlebihan masuk ke dalam tubuh, maka yang menjadi efeknya adalah ikut terbunuhnya bakteri baik dalam tubuh, seperti yang ada pada lambung dan vagina, yang sebenarnya berfungsi untuk melindungi tubuh dari penyakit," tuturnya. 

Sebelum memberikan antibiotik pada pasien, seharusnya dokter tahu terlebih dahulu beberapa pertanyaan mendukung, seperti jenis bakteri yang terdeksi, jenis antibitok yang tepat, sistem kekebalan tubuh pasien, hingga bagian tubuh yang terinfeksi.

Yang penting lagi adalah edukasi pada semua lapisan masyarakat terhadap bahaya resistensi antibiotik, dan bagaimana cara menggunakan antibiotik yang baik dan benar.