Studi: Perokok Ganja Lebih Rentan terhadap Penyakit Mental

Ilustrasi dilarang merokok
Sumber :
  • Pixabay
VIVA.co.id
- Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah gen yang dapat memprediksi bagaimana perokok ganja rentan terhadap penyakit mental. Terobosan ini bisa membantu mengidentifikasi pengguna sehat yang berisiko terkena psikosis.

Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di University of Exeter dan University College London (UCL) juga mengungkapkan, perokok ganja wanita berpotensi lebih rentan terhadap kehilangan memori jangka pendek dibandingkan pria.

Studi sebelumnya telah melihat orang yang sudah memiliki psikosis, tapi ini adalah yang pertama untuk melihat orang sehat dan bagaimana obat mempengaruhi pikiran mereka.

Dilansir laman Daily Mail, para peneliti berharap, penelitian ini akan membantu mengidentifikasi mereka yang paling berisiko dari merokok ganja dan membantu pengembangan obat berdasarkan gen pengguna.

Profesor Celia Morgan, profesor psikofarmakologi di University of Exeter mengatakan, temuan ini adalah yang pertama untuk menunjukkan bahwa orang dengan AKT1 genotipe jauh lebih mungkin untuk mengalami efek yang kuat dari merokok ganja, bahkan jika mereka sehat.

Penelitian ini melibatkan 442 pengguna ganja pada usia muda yang diuji di bawah pengaruh obat dan ketika mabuk.

Para peneliti mengukur sejauh mana gejala keracunan dan efek pada kehilangan memori, dan membandingkannya dengan hasil tujuh hari kemudian ketika orang tersebut bebas dari narkoba.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Translational Psychiatry ini, peneliti menemukan bahwa orang-orang dengan variasi ini dalam genotipe AKT1 lebih mungkin untuk mengalami respon psikotik. 

"Kami menemukan bahwa gejala psikotik seperti ketika orang muda mabuk  diprediksi oleh varian AKT1 adalah sebuah terobosan yang menarik," kata profesor Morgan, salah satu peneliti.

(mus)