Cara Mencegah Gagal Ginjal Sejak Dini

Ilustrasi organ tubuh.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Data 6th Annual Report of Indonesia Renal Registry 2013 menunjukkan bahwa 54 persen pasien hemodialisis atau cuci darah bagi penderita gagal ginjal adalah mereka dengan usia produktif di bawah 55 tahun. Angka tersebut meningkat pada tahun berikutnya menjadi 56 persen, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

Meningkatnya jumlah penderita ginjal terjadi karena masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya gaya hidup sehat, serta tidak melakukan deteksi dini.

Karena itu, World Kidney Day atau Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang pada tahun ini menginjak usia ke-11, mencanangkan tema yang telah diterjemahkan Perhimpunan Nefrologi Indonesia menjadi Kesehatan Ginjal & Anak: Hidup Sehat Sejak Sekarang.

Adapun beberapa penyebab sakit ginjal, di antaranya darah tinggi dan diabetes mellitus, sehingga penting bagi setiap orang untuk selalu mengontrol dan mengobati sejak dini.

"Karena begitu seseorang terkena penyakit ginjal stadium satu, maka tidak akan bisa kembali normal. Yang bisa dilakukan adalah mencegah ke stadium berikutnya, atau mencegah agar tidak ke stadium 5,“ papar Ketua Pernefri, dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH, dalam acara Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2016, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Maret 2016.

Menurut Dharmeizar, penting meningkatkan kesadaran orang tua, dan seluruh masyarakat menjalani hidup sehat sejak awal. Karena mencegah penyakit ini adalah jalan satu-satunya agar tidak terkekang dengan berbagai proses hemodialisis seumur hidup, atau transplantasi ginjal yang membutuhkan biaya besar.

"Modifikasi gaya hidup mulai dari sekarang, dengan mengurangi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran, kurangi asupan lemak, turunkan berat badan berlebih, olahraga teratur minimal 30 menit, empat sampai lima kali seminggu," sarannya.

Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok. Selalu minum delapan gelas air mineral setiap hari, serta kontrol faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus.

"Kontrol tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus ini harus ada targetnya, dan dikontrol agar tidak sia-sia usaha yang telah dilakukan," kata dia.

Sementara untuk anak usia sekolah dan remaja, biasakan minum enam gelas air sehari. Sedangkan untuk anak di bawah usia 5 tahun sebaiknya disesuaikan dengan bobot tubuh.

"Yaitu 100 mililiter per kilogram berat badan," jelas Dokter Ahli Ginjal Anak FKUI RSCM, DR. dr.Sudung O Pardede Sp.A (K).

Orang tua, dia menambahkan, sebaiknya mulai mengontrol jam bermain anak. Jangan biasakan anak berlama-lama main gadget, apalagi menyediakan camilan. Terbaik adalah dengan membiarkan anak beraktivitas di luar, melakukan banyak kegiatan agar tidak mengalami obesitas, yang juga menjadi salah satu risiko penyakit ginjal. (ase)