Protein Susu Picu Alergi Anak

Ibu dan anak.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Menurut Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA (K), konsultan Alergi-Imunologi Anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, tingkat kesadaran akan alergi pada anak di Indonesia masih rendah. Padahal angkanya menunjukkan tingkat alergi pada Anak di Indonesia terus naik.

"Alergi di Indonesia semakin lama semakin meningkat, terutama alergi pada protein susu sapi," ujar Zaki saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jakarta, Minggu, 10 April 2016.
 
Menurut Zaki, alergi pada anak paling besar ditimbulkan oleh tiga hal, telur, protein pada susu sapi dan kacang-kacangan. Tingginya alergi pada anak juga dipicu menurunnya ibu yang memberikan ASI ekslusif.
 
"Alergi susu sapi, biasanya dari protein susu sapi. Itu karena anak enggak minum ASI, menurunnya ASI eksklusif," ujar Zaki.
 
Padahal alergi tidak bisa dianggap enteng. Selain membahayakan faktor kesehatan, alergi tentu berdampak ke faktor sosial dan ekonomi. Jika sang anak tidak diberikan pencegahan alergi secara dini, alergi bisa bertambah parah bahkan fatal.
 
"Alergi itu penyakit seumur hidup. Ketika alergi pada makanan sudah toleran, main di luar, kontak debu dan tungau jadilah asma. Asma hilang jadi pilek itu sering, seumur hidup. Kita menata sedini mungkin, agar bisa kita stop," kata Zaki.
 
Maka cara paling mudah menurutnya adalah tanggap alergi dengan 3K, yakni Kenali, Konsultasikan dan Kendalikan.
 
"Dibutuhkan edukasi yang komprehensif, tapi mudah dipahami mengenai alergi pada masyarakat, agar dapat mengenali dan menangani resiko dan kejadian alergi dengan tepat," kata Zaki. (ase)