Mengunggah Foto Instagram Buat Orang Lebih Bahagia

Foto Pisang Goreng dipajang di Akun Instagram girleatworld
Sumber :
  • Instagram girleatworld

VIVA.co.id – Fotografi, kini bukan lagi kegiatan ekslusif yang dilakukan orang-orang tertentu saja. Kehadiran smartphone, membuat siapa saja bisa menjadi fotografer yang bisa mengabadikan apapun yang diinginkannya.

Namun, banyak yang mengkritik kebiasaan mengambil foto dengan ponsel, karena justru akan menghilangkan kesenangan ketika makan, atau berjalan-jalan ke suatu lokasi wisata.

Kristin Diehl, profesor pemasaran di University of Southern California Marshall School of Business, bersama beberapa peneliti, kemudian mencoba melakukan penelitian tentang fenomena ini. Mereka melakukan sembilan rangkaian eksperimen di laboratorium dan lapangan untuk menguji tingkat kesenangan orang-orang dengan keberadaan kamera.

Hasil yang kemudian diterbitkan di Journal Personality and Social Psychology mengejutkan mereka. Mengambil foto, justru membuat mereka lebih menikmati apa yang mereka lakukan, bukan menguranginya.

“Apa yang kami temukan adalah, Anda melihat dunia sedikit lebih berbeda karena Anda melihat apa yang ingin Anda abadikan, apa yang ingin diperlihatkan. Hal itu membuat orang lebih terbawa dalam pengalaman itu, dan mereka cenderung lebih menikmatinya,” jelas Diehl seperti dilansir laman Time.

Dalam satu eksperimen, hampir 200 partisipan mengikuti tur bus bertingkat di Philadelphia. Dua bus melarang penggunaan ponsel, sedangkan satu bis menyediakan kamera digital dan meminta peserta mengambil foto. Usai tur diketahui jika peserta yang mengambil foto lebih menikmati perjalanan dibanding mereka yang tidak.

Mengambil foto bisa mengarahkan perhatian yang dapat meningkatkan kenikmatan dari apa yang Anda lihat. Hal ini juga berpengaruh pada wisata membosankan seperti museum arkeologi. “Orang cenderung melihat lebih lama pada hal-hal yang ingin mereka foto,” tambah Diehl.

Apa yang membuat mengambil foto memuaskan? Para peneliti mengatakan, perencanaan dalam mengambil gambar yang memuaskan, bukan saat mengambil fotonya. “Memikirkan apa yang ingin Anda foto membuat Anda merasa lebih menikmati pengalamannya,” kata Diehl.

Tapi, Diehl menegaskan, ini tidak berpengaruh pada penggunaan kamera yang merekam kegiatan sehari-hari ke dalam video. “Hanya ketika Anda secara aktif menentukan apa yang ingin Anda foto baru rasa lebih menikmati itu muncul,” kata Diehl.

Laporan: Adinda Permatasari