Pemicu Alzheimer Bisa Ditekan Saat Berpuasa

Ilustrasi otak
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Pola makan berlebihan di bulan Ramadan saat berbuka puasa dan sahur, sangat rawan berdampak obesitas yang meningkatkan munculnya resistensi insulin yang berakhir tumbuhnya penyakit Alzheimer.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr Miftah Rahman SpPD, menjelaskan, di bulan Ramadan harus diprioritaskan bagi yang berpuasa untuk menghilangkan lemak dan memperpanjang masa otot.

Bukan sebaliknya, fenomena di Indonesia, pola konsumsi makanan saat berbuka sangat tinggi, mulai dari kalori hingga makanan padat yang berlebihan dan berakibat menumpuknya lemak dalam tubuh.

"Dengan perbaikan resistensi insulin, secara teroritis penyakit pikun (Alzheimer) bisa ditekan. Kelebihan lemak tubuh kita bisa direfleksikan di lingkar perut," ujar Miftah dalam sebuah Diskusi Kesehatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) Jalan Pasteur Kota Bandung Jawa Barat, Selasa 14 Juni 2016.

Dia menuturkan, secara teoritis Alzheimer yang merupakan penyakit metabolik itu, menyebabkan gangguan tubuh melalui satu jalur, yakni resistensi insulin. dan paling sering terjadi disebabkan obesitas atau kegemukan.

"Perempuan tidak boleh lebih 80 sentimeter dan laki-laki tidak boleh lebih 90 sentimeter. Kalau lebih, hati - hati karena resiko resistensi insulin meningkat," katanya.