Prosedur yang Harus Dilakukan Saat Potong Lambung

kidney surgery
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id - Salah satu pilihan yang bisa ditempuh penderita obesitas adalah dengan jalan operasi pemotongan lambung atau bypass lambung. Meskipun hasilnya terbukti efektif, namun persoalan tidak lantas selesai sampai di sana. Ada prosedur lain yang harus dilakukan, salah satunya harus berkomunikasi dengan beberapa spesialis.

Bariatric adalah ungkapan medis bagi kegiatan usaha dan tindakan dalam penurunan berat badan, operasi bypass lambung salah satunya. Untuk orang-orang yang melakukan bariatric ini, harus didukung secara menyeluruh dengan melibatkan para ahli.

"Sebelum dioperasi, kejiwaannya harus mantap. Jadi harus dicek dulu," ujar dr. Errawan R Wiradisuria, Sp.B-KBD yang ditemui di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta, Kamis, 28 juli 2016.

Usahakan sebelum operasi pemotongan lambung ini dilakukan pemeriksaan oleh spesialis penyakit dalam, jantung hingga ahli bedah tulang. Usai dari operasi ini, pasien juga tidak boleh mengonsumsi sembarangan makanan, hanya makanan tertentu saja yang diperbolehkan.

"Setelah operasi, sebulan setengah makan yang cair dulu. Setelahnya, selama enam minggu baru makanan lembut seperti bubur, kemudian baru bisa bebas makan ya setelah tiga bulan," ujarnya menambahkan.

Usai peraturan tersebut, pasien juga diharapkan bisa berkonsultasi dengan ahli gizi. Karena, diharapkan agar mereka yang melakukan operasi ini bisa mengubah pola makan agar lebih baik.

"Misal enam bulan kemudian sudah turun dan tercapai berat badan ideal, nah harus dipertahankan dengan atur porsi dan kalori ke ahli gizi ini," kata dia.

Tidak selesai sampai di situ, konsultasi ke spesialis bedah plastik juga disarankan, karena sudah dipastikan, usai operasi akan banyak kulit di area perut yang menggelambir.

"Nah untuk make a good body shape, harus sisa kulit menggelambir itu dipotong dan dibuang oleh ahli bedah plastik."

(mus)