Pelajaran Moral dan Budaya dalam Kurikulum Sekolah

Gelaran IFLC ke-13 di Jakarta
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
VIVA.co.id
- Indonesia memiliki keragaman budaya. Hal itu tercermin dari sikap serta kehidupan masyarakatnya. Namun, perkembangan teknologi seakan menjadi gerbang bagi budaya asing yang membuat kebudayaan asli Indonesia mulai terlupakan.


Karena itu, berbagai upaya melestarikan budaya ini terus dilancarkan. Salah satunya yang efektif adalah dengan menyertakan pendidikan budaya ke dalam kurikulum sekolah.


"Budaya imenjadi elemen yang penting dalam pendidikan. Berkaitan dengan budaya memang sudah dikenalkan ke sekolah-sekolah. Yang dilakukan oleh masyarakat juga sudah bagus. Tapi, optimal harus ada pendukungnya dengan internalisasi nilai-nilai budaya ke sekolah," ujar Dra. Sri Hartini, M.Si, Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Tradisi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ditemui media di Gedung Kemendikbud, Kamis, 4 Agustus.


Meski di sekolah-sekolah sudah ada muatan lokal yang mengajarkan budaya, namun belum banyak yang memasukkan unsur kearifan lokal di dalamnya.


"Direktorat kami sudah tiga tahun terakhir bekerja sama dengan provinsi untuk membuat bahan ajar mengenai budaya tradisonal. Sehingga nanti ekosistem kita bangun, bagaimana budaya ini ke dalam sekolah tidak hanya seni tari tapi termasuk di dalamnya kearifan lokal, termasuk upacara tradisional, cerita rakyat, dan sebagainya," imbuh Sri.


Mulok ini, lanjut Sri, akan disesuaikan dengan  daerah masing-masing. Dari pemerintah provinsi diharapkan bisa memberi rangsangan ke dinas-dinas di masing-masing daerah untuk menerapkan mulok budaya. Selain itu, akan ada pula bimbingan kepada para guru yang dianggap sebagai kunci dari penanaman budaya ini.