Tips Awasi Balita saat Belajar Jalan di Tempat Umum

Ilustrasi balita aktif bergerak
Sumber :
  • Pixabay/techlec

VIVA.co.id – Bila si kecil menginjak usia balita, biasanya mulai belajar berjalan, bahkan diantaranya ada yang sudah mampu berlari kesana-kemari dengan lincah.

Sangat menggemaskan melihat buah hati kita lincah dan aktif bergerak. Namun, sebagai orangtua Anda tetap harus waspada mengawasi si kecil yang baru belajar berjalan.

Kemampuan baru si kecil ini membuat ia lebih aktif dan senang mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, memanjat, menggapai tempat-tempat tinggi, hingga berlari ke sana kemari juga ke tempat-tempat yang menurutnya menarik. 

Saat berada di tempat umum, kegiatan aktif si kecil ini tentu membuat Anda semakin kewalahan dibuatnya.

Untuk menjaga agar si kecil yang aktif belajar berjalan tetap aman di tempaat umum, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan. Seperti dilansir dari laman Todaysparent.

1. Persiapan

Seringkali orangtua dibuat kaget dengan perkembangan sikap dan kemampuan si kecil yang semakin aktif dan lincah. Agar tetap waspada, untuk beberapa kondisi tertentu di ruang publik, sebaiknya buat ia tetap berada di atas stroller-nya dengan seat belt agar tetap bisa Anda pantau.

2. Keterikatan

Saat si kecil di ajak ke ruang terbuka dan melihat salah satu tempat bermain, biasanya akan otomatis membuatnya segera berlari ke tempat tersebut. Agar si kecil tidak berlari terlalu jauh dari Anda, berikan sesuatu untuk memberikan fokusnya pada Anda sehingga tetap merasa terikat. Misal dengan memberinya permainan berupa tebak kata untuk mengalihkan perhatiannya.

3. Berikan pemahaman sebelum ke luar rumah

Anak usia lima tahun sudah memahami konsep diskusi. Maka, untuk membuat si kecil berada di dekat Anda saat di luar rumah, berikan pemahaman terlebih dahulu padanya. Selain itu, berikan juga konsekuensi pada si kecil jika ia melanggar aturan yang telat ditetapkan sebelum ke luar rumah.

4. Pahami pemikiran si kecil

Ajak si kecil berdiskusi mengenai banyak hal sehingga Anda sebagai orangtua, bisa memahami cara pandangnya dan alasan ia berlari. Setelahnya, bantu si kecil memahami bahwa berlari memang diperbolehkan namun harus melihat tujuan dan arah ia berlari adalah tempat yang aman dan bukan jalan raya maupun tempat berbahaya lainnya.