Mana Lebih Sehat, Kopi atau Teh Hijau?

Kopi dan teh.
Sumber :
  • Pixabay/ Line-tOodLinGfc

VIVA.co.id – Kopi dan teh hijau mengandung jumlah kafein yang berbeda.  Selain itu keduanya juga penuh dengan antioksidan, dan memiliki beberapa manfaat kesehatan yang besar.

Keduanya aman dan sehat kecuali untuk perempuan hamil yang mungkin harus membatasi asupan kafein mereka dari 200 miligram per hari seperti yang disarankan oleh American College of Obstetricians dan Gynecologists.

Meskipun baik teh hijau dan kopi mengandung kafein, kopi memiliki jumlah signifikan lebih besar per cangkir. Secangkir kopi mengandung 100-150 mg kafein, sedangkan secangkir teh hijau mengandung sekitar 26 mg.

Dilansir dari laman Lifehack, teh hijau dan kopi memiliki berbagai manfaat kesehatan. Ada beberapa bukti dari Jepang bahwa teh hijau dapat mengurangi kemungkinan kematian dari semua penyebab (23 persen lebih rendah pada wanita dan 12 persen lebih rendah pada laki-laki). Hal ini juga dapat mencegah penyakit jantung (31 persen lebih rendah pada wanita dan 22 persen lebih rendah pada laki-laki). Hasilnya sangat jelas pada kasus stroke (42 persen lebih rendah pada wanita dan 35 persen lebih rendah pada laki-laki).

Baik teh hijau dan kopi juga dikatakan mampu membantu melawan munculnya diabetes tipe 2. Studi menunjukkan bahwa mereka yang minum kopi secara teratur memiliki risiko 23-50 persen lebih rendah terkena penyakit ini.

Kopi dapat mengurangi kemungkinan kanker hati dan kanker kolorektal. Seperti diketahui, kanker hati adalah penyebab kematian ketiga dari kanker di dunia, sementara kanker kolorektal adalah keempat. Itu cukup signifikan!

Teh hijau dapat memperlambat penurunan kognitif pada orangtua pada dosis yang lebih kecil. Sedangkan kopi hanya menunjukkan efek yang sama setelah minum dalam jumlah besar.

Selain itu, total asupan kafein pada orang dewasa tampaknya memiliki efek besar untuk mencegah parkinson pada pria, yakni pengurangan risiko mulai 32-60 persen.

Teh hijau juga lebih rendah kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL. Akhirnya, peminum teh hijau memiliki risiko 31 persen lebih rendah berpenyakit jantung.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa teh hijau mampu membakar lemak, dan karena itu dapat membantu dalam penurunan berat badan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan tingkat metabolisme dalam tubuh manusia sekira 3-11 persen. Efeknya memang masih dalam jenis kecil, tetapi masih mungkin menjadi senjata penting mengurangi lemak Anda.

Teh hijau dapat membantu Anda dengan membunuh bakteri dan menghambat virus seperti influenza, berpotensi menurunkan risiko infeksi, dan karena itu membantu melancarkan napas Anda dan kesehatan mulut.

Baik teh hijau dan kopi mengandung kafein, serta jumlah tinggi antioksidan dan beberapa mineral. Manfaat kesehatan dari kedua minuman ini bisa menimbulkan efek antioksidan dari sesuatu yang disebut "hormesis". Sangat penting untuk mengetahui bahwa polifenol dalam kopi dan teh adalah zat asing bagi tubuh, dan dapat menyebabkan peningkatan mekanisme pertahanan tubuh.