Kurang Konsumsi Garam Bisa Picu Penyakit Kardiovaskular

Ilustrasi garam.
Sumber :
  • Pixabay/kaboompics

VIVA.co.id – Selama ini garam dikenal memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Garam disebut-sebut sebagai pemicu munculnya berbagai penyakit. Garam juga diresepkan para dokter untuk dikurangi penggunaannya. Namun, garam tidak selamanya buru. Ternyata sebuah penelitian skala dunia mengungkapkan, bahwa kekurangan garam justru bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular hingga kematian.

Dilansir dari laman Science Daily, penelitian tersebut mengatakan, bahwa yang perlu mengurangi asupan sodium adalah mereka yang memiliki hipertensi dan tingkat konsumsi garam yang tinggi.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 130 ribu responden dari 49 negara ini dipimpin oleh sejumlah investigator dari Population Health Research Institute (PHRI) dari McMaster University and Hamilton Health Sciences.

Mereka melihat secara spesifik apakah hubungan antara asupan garam atau sodium dengan kematian, penyakit jantung, dan stroke berbeda pada orang yang memiliki tekanan darah tinggi dan mereka yang memiliki tekanan darah normal.

Para peneliti menunjukkan, bahwa kurangnya asupan sodium pada responden yang tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi justru berkaitan dengan risiko lebih tinggi terkena serangan jantung, stroke, dan kematian dibandingkan dengan asupan yang normal.

Andrew Mente, kepala investigator PHRI serta profesor epidemiologi klinis dan biostatistik di McMaster's Michael G. DeGroote School of Medicine mengatakan, kalau penelitian ini amat sangat penting bagi mereka yang menderita tekanan darah tinggi.

"Penelitian kami penting karena menunjukkan bahwa menurunkan asupan sodium lebih baik ditujukan pada mereka yang memiliki hipertensi yang juga memiliki tingkat konsumsi sodium yang tinggi," ujar Mente.

Penelitian baru ini menunjukkan bahwa risiko yang berkaitan dengan asupan garam yang rendah, kurang dari tiga gram per hari, konsisten terlepas dari status hipertensi seseorang.

Mente mengatakan, penelitian ini menunjukkan pada sebagian besar warga di berbagai negara di dunia untuk mengkonsumsi garam dalam jumlah tepat.

(mus)