Beda Penanganan Kembar Siam Rifky-Rafky dan Yuliana-Yuliani

Tim Dokter yang menangani bayi kembar Rafky-Rifky
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Bimo Fundrika

VIVA.co.id – Tim Rumah Sakit Anak dan Bunda, Harapan Kita telah berhasil menjalani operasi pemisahan bayi kembar Rafky Setia Sumita dan Rifky Setia Sumita, yang mengalami kembar siam di bagian kepala atau yang dalam bahasa medis dikenal dengan craniopagus.

Kasus Rafky dan Rifky ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, operasi kembar siam pertama juga berhasil dilakukan di Indonesia pada tahun 1987. Operasi ini dilakukan pada balita kembar siam bernama Pristian Yuliana dan Pristian Yuliani yang kala, itu berusia dua tahun.

Meski mengalami kasus kembar siam di kepala yang sama, kasus Rifky-Rafky, menurut Koordinator Tim Bedah Syaraf, dr Syamsul Ashari Sp.BS, berbeda dengan Yuliana dan Yuliani.

"Memang ada perbedaan, Yuliana-Yuliani pembuluh darahnya itu tidak berhubungan. Kalau ini ada pembuluh darah yang saling berhubungan," ungkap Syamsul saat konferensi pers di RSAB Harapan Kita, Jakarta Barat, Kamis 9 Februari 2017.

Perbedaan inilah yang menurut Syamsul juga menjadi kendala tersendiri bagi tim yang melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dari pasangan Bari Sumita dan Yuni Setiawati.

"Yang paling sulit, membagi dua pembuluh darah. Kita dibantu alat yang canggih sehingga bisa kita ikuti persilangannya dan cukup mengambil waktu lama," ungkap dia.

Syamsul juga melanjutkan, bahwa perkembangan teknologi memang banyak membantu dan mempermudah operasi pemisahan yang ditanganinya ini. Teknologi seperti alat navigasi, MRI dan juga mikroskop adalah sejumlah peralatan canggih yang mensukseskan proses operasi yang dijalaninya bersama tim.