Bahaya Pasang Kawat Gigi Hanya karena Tren

Banyak orang yang tidak peduli dengan kesehatan mulut seperti membiarkan gigi yang bolong tidak tertangani.
Sumber :
  • Pixabay/ rgerber

VIVA.co.id – Tampil dengan kawat gigi, saat ini sedang menjadi tren di kalangan anak muda. Tanpa ada indikasi untuk memperbaiki kondisi pertumbuhan gigi, banyak orang, demi tampil gaya menggunakan kawat gigi.

Bahkan, yang lebih berbahayanya lagi, demi penampilan, sebagian besar orang memilih memasang kawat gigi bukan menggunakan jasa dokter gigi. Padahal, pemasangan ini memang dibutuhkan untuk menjadikan gigi merata dengan baik dan bukan hanya sekedar tren untuk bergaya.

Perlu diketahui, memasang kawat gigi bukan menggunakan jasa ahlinya, justru bisa melukai rongga mulut dan gigi. Sehingga, niat awal ingin menunjang penampilan, justru malah jadi petaka.

Anggota Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB. PDGI) Diono Susilo mengungkapkan, setidaknya ada dua dampak yang bisa dialami seseorang ketika memasang kawat gigi dengan yang bukan ahlinya.

Apalagi, pemasangan dilakukan asal-asalan. Dampaknya bisa mengganggu kerja rongga mulut, saat melakukan proses mengunyah dan bisa merusak keindahan penampilan gigi.

"Paling kena dampak adalah fungsi estetika dan pengunyahan, fungsi pengunyahan itu tidak akan benar (jika masangnya asal)," kata Diono di Jakarta, Rabu 26 Juli 2017.

Menurutnya, proses mengunyah makanan bisa terganggu dan bahayanya bisa sangat fatal. Jika terjadi masalah saat mengunyah. asupan nutrisi untuk tubuh pun bisa terganggu.

"Bicara fungsi pengunyahan otomatis kalau tidak nyaman dirasa, gimana mau beri masukan gizi yang cukup. Jadi fungsi pengunyahan ini juga terkait dengan gizi," kata Diono.

Diono menjelaskan, setidaknya ada beberapa langkah yang harus dilakukan sebelum melakukan pemasangan kawat gigi. Mulai dari pemeriksaan awal hingga langkah lanjutan. Seperti pencabutan gigi, menanam gigi, dan barulah kawat dipasangkan. Hal ini tentu memiliki perhitungan dan ukurannya masing-masing.

Setelah terpasang pun, kawat gigi ini sebenarnya diinisiasi untuk meratakan gigi termasuk memperbaiki fungsi pengunyahan. "Nah, yang sering terjadi akhirnya fungsi estetiknya jelek, pengunyahan juga jelek. Bukan hanya pengalaman pribadi, tetapi hampir semua dokter gigi mengalami (menerima pasien-pasien eks perawat gigi dan tukang gigi ilegal)," ujarnya.

Adapun dampak lainnya, seringkali gigi tumbuh tidak pada tempatnya. Karena, hal ini tidak diperhitungkan saat pemasangan awal. Bahkan, tumor pun bisa terjadi lantaran, mereka bisa melakukan, tetapi tak mampu menyempurnakannya. (asp)