Bercinta Lebih Membahagiakan Daripada Punya Banyak Uang

Ilustrasi wanita
Sumber :
  • Pexels/Zygimantas Trinka

VIVA.co.id – Bagi sebagian orang, uang bisa menjadi suatu sumber kebahagiaan dalam hidupnya. Tapi hal tersebut ternyata tidak berlaku untuk semua orang. Pada kenyataannya, masih banyak orang yang tetap merasa tak bahagia, ketika memiliki banyak uang.

Dilansir laman Metro, sebuah Indeks kebahagiaan terbaru yang dikembangkan oleh Oxford Economics dan National Centre for Social Research menemukan bahwa seks dan tidur jauh lebih bisa membuat seorang bahagia dan sejahtera, dibanding uang.

Periset menemukan bahwa seiring meningkatnya pendapatan, hal tersebut hanya menyebabkan peningkatan yang sangat kecil pada kebahagiaan. Sementara beristirahat dengan baik dan berhubungan seks dengan baik memiliki dampak signifikan pada perasaan bahagia.

Studi tersebut melibatkan survei 8.250 orang Inggris, menemukan bahwa rata-rata orang tersebut memiliki skor Living Well 62,2.

Mereka yang paling banyak tidur menemukan skor 15 poin lebih tinggi daripada mereka yang berjuang mencukupi waktu tidurnya. Sementara orang-orang yang sangat tidak puas dengan kehidupan seks mereka mencetak tujuh poin lebih rendah daripada mereka yang mengatakan bahwa mereka sangat puas.

Di sisi lain peningkatan pendapatan rumah tangga dari £12,500 menjadi £50.000, hanya menghasilkan peningkatan dua poin.

Orang-orang yang berada di atas rata-rata dalam skala (antara 72 dan 92) lebih mungkin merasa puas dengan kehidupan seks dan tidur daripada rata-rata orang.

Faktor lain yang dinilai lebih signifikan daripada pendapatan termasuk tinggal di komunitas yang kuat, keamanan kerja, dan kesehatan kerabat dekat.

Indeks juga menemukan bahwa orang tua cenderung lebih bahagia daripada orang muda, dan demografi terindah adalah orang tua dengan anak kecil, diikuti oleh baby boomer yang masih dalam usia kerja.

Kelompok yang paling menyedihkan ditemukan sebagai orang yang bebas dari anak berusia 30 dan 40-an, yang cenderung memiliki kepuasan lebih rendah terhadap kehidupan seks mereka dan jaringan pendukung yang lebih lemah.