Panduan Olahraga Tepat untuk Ibu Hamil

Wanita hamil.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Hamil menjadi suatu proses hidup yang membuat seorang wanita merasa lengkap. Tapi, kehamilan juga disertai beberapa perubahan yang timbul pada tubuh wanita dan perubahan fisiologis adalah yang paling dominan.

Sementara perubahan psikologis berkaitan dengan risiko kehamilan sebelum Anda melakukan aktivitas fisik. Berolahraga selama kehamilan memberikan manfaat besar, seperti mempersiapkan Anda untuk persalinan dan meningkatkan semangat Anda.

Meski demikian Anda perlu melakukan olahraga dengan sangat hati-hati. Wanita yang sehat dengan kehamilan yang tidak rumit, tidak perlu membatasi olahraga mereka karena khawatir dengan efek buruknya.

Mengikuti serangkaian aktivitas rekreasional bisa aman selama dan setelah kehamilan. Baik Anda sudah biasa berolahraga atau baru memulai untuk membiasakan bergerak, ikuti aturan berikut yang dilansir dari Times of India untuk menjaga keamanan dan keselamatan bayi Anda.

Do's

Bila Anda tidak memiliki komplikasi medis atau kehamilan, 30-40 menit aktivitas fisik yang ringan setidaknya 3 hari dalam seminggu bisa direkomendasikan.

Wanita yang jarang bergerak sebelum masa kehamilannya harus memulai latihan dengan intensitas yang ringan dan gerakan rendah seperti berjalan dan berenang. Masa kehamilan membutuhkan tambahan 300 kkal per hari.

Disarankan agar Anda berolahraga di dalam ruangan dengan lingkungan yang lebih terkontrol untuk menghindari panas, dingin, dan polusi udara. Kemudian gunakan pakaian yang tepat, dengan mempertimbangkan lingkungan dan minum yang cukup harus menjadi prioritas selama program olahraga untuk menghindari hipertermia.

Kemungkinan terjadinya hipoglikemia ibu bisa berkaitan dengan olahraga yang berat, karenanya ibu hamil harus meningkatkan asupan karbohidrat, 30-50 gram, dengan makanan dan minuman olahraga sebelum berolahraga.

Don'ts

Hindarilah berdiri diam karena bisa menyebabkan darah di pembuluh darah vena berkumpul. Kemudian hindari berolahraga dengan posisi tidur dan berdiri diam.

Hindari olahraga cepat di suhu yang panas dan lembap, atau saat Anda merasa demam. Hindari juga olahraga yang memiliki risiko trauma perut, terjatuh, penekanan sendi yang berlebih.

Saat berolahraga, wanita hamil harus waspada terhadap tanda dan gejala untuk menghentikan olahraga dan mintalah saran dari tenaga kesehatan.