Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Editor Kuliner Dikecam Setelah Sebut Durian Berbau Kematian

Kamis, 6 Agustus 2020 | 16:24 WIB
Foto :
  • VIVA/Rintan Puspitasari
Buah durian.

VIVA – Akhir Juni 2020 lalu, Kepala Biro Asia Tenggara, New York Times, Hannah Beech menuliskan sebuah artikel opini mengenai buah manggis dan durian. Dalam artikel yang berjudul "Eating Thai Fruit Demands Serious Effort but Delivers Sublime Reward" ini menggambarkan tumpukan manggis sebagai 'latihan dalam kekecewaan' dan mengatakan durian berbau 'kematian'. Dalam tulisan itu, Beech bahkan menyimpulkan bahwa banyak buah asli di negara itu digambarkan "antara lezat dan busuk".

Sontak tulisan Hannah menuai banyak komentar di media sosial. Salah satunya adalah food writer, Osayi Endolyn yang menyebut bahwa opini Hannah Beach sangat negatif.

"Ini adalah pandangan yang sangat negatif dan beropini yang dibingkai sebagai fakta yang dilaporkan. Ini menekankan kekacauan dan masalah. Ini diambil oleh orang asing. Maksud saya, diambil KOLONIAL," salah satu tulisannya.

Baca Juga: Hadi Pranoto Klaim Obat COVID-19 Temuannya Tanpa Efek Samping

Bukan hanya itu saja, Novelis Amerika - Vietnam dan "avid eater" Monique Truong juga mengekspresikan kekecewaannya melalui akun Twitternya.

"Jujur saja, WTF? Tidak ada yang menghina manggis. Seseorang memujanya sebagai buah para dewa! Juga, rambutan terlihat seperti virus corona? Bagus, reporter NYT. Mengapa kamu tidak melanjutkan saja dan menyebutnya "kung flu" buah-buahan?," tulis dia.

Seperti Truong, penulis makanan Sydney yang juga seorang podcaster, Lee Tran Lam juga merasa dirugikan oleh Beech yang menggambarkan rambutan "lebih dari sekadar kemiripan dengan virus corona".

"(Ini) komentar sembrono, tidak benar-benar mengambil konteks yang dipublikasikan," kata Lam, menunjuk pada hubungan antara penyebaran COVID-19 dan peningkatan rasisme anti-Asia.

"Jelas ada tingkat kebutaan budaya tertentu yang terjadi (dengan artikel itu)," katanya, seperti dikutip dari laman ABC News Australia.

Lam mengatakan dia "cukup bingung" ketika membaca artikel New York Times.

"Sangat aneh bahwa seseorang ditugaskan luar biasa untuk memakan semua buah-buahan Asia yang luar biasa dan kemudian mereka memilih untuk membingkai durian sebagai "busuk, lembab" dan langsat sebagai "getah lengket"

Dia kemudian membandingkan penulisan yang dilakukan Hanaah dengan Clarissa Wei, yang menulis tentang durian di Nikkei South Asian Review.

Baca Juga

Read more...
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler