Sejarah Kerak Telor dan Cara Membuatnya

Kerak Telor Betawi.
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVA Kuliner – Kerak telor tentu sudah sangat populer di kalangan masyarakat, apalagi masyarakat Betawi. Kuliner yang menjadi khas dari Betawi ini memang sudah menjadi kuliner yang melegenda. Kerak telor sangat identik dan tak terpisahkan dari Kota Jakarta karena juga menjadi salah satu ciri khas. 

Bahan utama untuk membuat kerak telor terdiri dari beras ketan putih, telur ayam, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering dan dengan tambahan bawang merah goreng. Lalu, diberi bumbu halus yang terdiri dari kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam dan gula pasir. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Asal-usul Kerak Telor

Kerak telor, salah satu makanan khas Betawi

Photo :
  • VIVA.co.id/Diza Liane Sahputri

Konon, sejak zaman penjajahan Belanda dulu, kuliner kerak telor ini sudah ada. Eksistensinya hingga saat ini masih terus ada dan menjadi makanan yang tak lekang oleh waktu dan banyak disukai oleh masyarakat. 

Melansir Disbud DKI, asal usul kerak telor tidak disengaja dan tidak disangka-sangka. Jadi, pada zaman dulu terdapat banyak pohon kelapa yang tumbuh di daerah Jakarta atau yang dulu masih dikenal dengan sebutan Batavia.

Buah kelapa yang banyak pun dimanfaatkan oleh warga Betawi untuk diolah menjadi kudapan yang akhirnya disebut sebagai kerak telor. Kuliner khas Betawi ini mulai dijajakan di sekitar Monas sejak tahun 1970-an dan ternyata banyak orang yang menyukainya. 

Kerak telor.

Photo :
  • U-Report

Campuran beras dan telor tersebut terasa renyah serta telur dan kelapanya memiliki cita rasa gurih. Sehingga kerak telor menjadi sebuah kuliner yang spesial karena perpaduan dari rasa dan teksturnya yang unik tersebut. 

Setelah itu, peminat kerak telor pun semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Kenikmatan semakin terasa ketika makanan disantap saat masih hangat. Biasanya penjual akan membuatnya sesuai dengan pembeli yang membeli. Jadi, masih fresh dan hangat saat disantap. 

Harganya juga masih cukup terjangkau dan cocok untuk mengganjal perut dari rasa lapar. Biasanya kuliner ini juga disebut dengan sebutan omelet atau telur dadar khas Betawi. Sementara, telur yang digunakan mulai dari telur ayam hingga telur bebek. Dalam pembuatannya, telur akan dicampur dengan beras dan serundeng kelapa untuk taburannya.

Cara Membuat Kerak Telor

Kerak Telor

Photo :
  • dokterkecil.com

Resep by yafa Syifa (Cookpad)

Bahan-bahan yang dibutuhka:

  • 50 gr beras ketan
  • 1 btr telur ayam/bebek
  • 5 sdm air
  • 50 gr kelapa parut
  • 1 sdm ebi/rebon
  • 1/4 sdt garam
  • 1/4 sdt lada

Topping:

  • Bawang goreng
  • Serundeng kelapa/kelapa sangrai
  • Bon cabe lv.30
  • Ebi sangrai halus
  • 1 bh cabai merah keriting iris tipis (garnish)

Cara Membuat:

  1. Rendam beras ketan semalaman, lalu cuci bersih, tiriskan
  2. Sangrai kelapa parut hingga kecoklatan, sisihkan. Sangrai ebi lalu haluskan, sisihkan dulu.
  3. Siapkan wajan, panaskan dengan api kecil. Masukkan beras ketan, beri 5 sdm air. Masak selama kurleb 5 menit. Siapkan campuran telur, 2 sdm kelapa sangrai, 1 sdt ebi yang sudah halus, garam dan lada aduk rata. Campurkan ke dalam beras ketan
  4. Aduk dan ratakan hingga tipis merata. Setelah pinggiran agak kecokelatan, balikkan wajan masak kembali sebentar hingga permukaannya kecoklatan juga, matikan api
  5. Beri topping kelapa sangrai, ebi halus, bawang goreng, bon cabe dan irisan cabai. Kerak telor siap dinikmati