Ketahui Pola Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus

Kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Menjaga dan mendidik anak adalah suatu kewajiban yang dilakukan orangtua, apalagi ketika mendidik anak berkebutuhan khusus. Sebab, mereka membutuhkan perhatian yang lebih dibanding anak-anak normal.

Jika Anda memiliki anak berkebutuhan khusus, perlu mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Sebab, tidak sedikit orangtua yang enggan mengakui dan menyadari bahwa anaknya memang berkebutuhan khusus.

Dalam menangani hal ini, orangtua dapat melakukan konsultasi dan komunikasi dengan para pakar anak, seperti dokter anak dan ahli psikologi anak. Ini dilakukan untuk mendapatkan informasi terbaik dalam menangani permasalahan untuk menghadapi anak berkebutuhan khusus.

"Orangtua yang memiliki anak berkebutuhan khusus lebih disarankan untuk bersikap lebih terbuka. Sikap keterbukaan mengenai perilaku ini membuat sang anak menjadi lebih penurut," ujar Henni Norita, psikolog anak di Hikari Montessori kepada VIVA.co.id.

Selain itu, dia menambahkan perlu melakukan pengawasan ekstra. Hal ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan anak.

Jika pertumbuhan fisik maupun mental anak tidak ada perubahan dalam jangka waktu cukup lama, dia menyarankan, untuk segera membawa anak berkebutuhan khusus ke dokter ahli atau konsultasikan dengan pakar psikolog demi mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Orangtua pun patut mendampingi anak dengan penuh kasih sayang. Berikan buah hati dengan pengajaran secara bertahap dan lebih sabar agar anak tidak selalu bergantung kepada orangtua. Di samping itu, ajari anak berbagai keterampilan, mulai mandi, makan, berangkat sekolah, dan tidur sendiri.

Jika Anda sabar dan memberikan penanganan yang baik, waktu secara bertahap akan memproses anak berkebutuhan khusus dapat hidup wajar seperti anak lainnya.

"Orangtua harus lebih aktif menjalin kerja sama dengan orang di sekitarnya, seperti guru, dokter dan psikolog untuk memantau perkembangan. Hal ini untuk mengetahui perkembangan mental, sikap dan karakter anak," kata Henni.