Alasan Waktu Terasa Lebih Cepat Ketika Merasa Senang

Kolaborasi jam tangan Apple dengan Hermes.
Sumber :
  • REUTERS/Stephen Lam

VIVA.co.id – Ketika dalam kondisi bersenang-senang, seringkali waktu berjalan lebih cepat dibandingkan biasanya. Ternyata ada sebuah penjelasan ilmiah yang mampu mengungkap hal ini.

Berdasarkan penelitian praklinis yang dilakukan pada tikus, seorang ahli saraf di Portugal menemukan, bahwa neuron dalam otak tikus bisa membantu menjelaskan mengapa persepsi waktu yang berlalu bersifat subjektif.  

Tim peneliti mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya mereka mempublikasikan temuan tentang penentuan sirkuit saraf yang memengaruhi penilaian dari waktu yang telah berlalu.

Selain itu, kelompok peneliti ini juga menghabiskan beberapa bulan melatih tikus untuk menilai berapa banyak waktu berlalu melalui dua nada

"Kami melatih tikus untuk memperkirakan apakah durasi interval antara dua nada lebih pendek atau lebih panjang dari 1,5 detik," kata peneliti utama Joe Paton seperti dilansir dari Metro.co.uk

Tikus ini kemudian menekan hidung mereka dan memilih jaringan sebelah kiri atau kanan untuk menentukan mana interval yang lebih pendek atau lebih lama. Menggunakan teknik yang disebut serat fotometri, para peneliti mengukur sinyal yang mencerminkan aktivitas listrik neuron dopamin di bagian otak yang disebut 'pars substantia nigra compacta'.

Para ilmuwan menemukan, ketika aktivitas saraf tikus menjadi tinggi, para tikus cenderung mengabaikan jumlah waktu yang berlalu, sehingga waktu berlalu dengan cepat. Dengan merangsang neuron dengan lampu, mereka menemukan bahwa mereka bisa mengkonfirmasi hubungan sebab akibat antara tingkat yang lebih tinggi dari aktivitas saraf dan waktu yang lebih cepat berlalu.

"Kami menemukan bahwa jika neuron kita dirangsang, tikus cenderung mengabaikan lamanya durasi, dan jika kita membungkam mereka, mereka cenderung merasa lebih lama" kata Paton.