Segarnya Es Basah Kuyup, Goyobod Bandung

Goyobod
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Bimo Aria

VIVA.co.id – Mendengar namanya saja, banyak pengunjung bertanya-tanya arti dari Es Goyobod Bandung, yang hadir di Festival Kuliner Serpong 2017. Termasuk VIVA.co.id yang akhirnya, memutuskan untuk mencari tahu sekaligus mencicipi jajanan tradisional khas Jawa Barat ini.

"Pertama lahirnya dari Garut, goyobod artinya basah kuyup," ungkap Ferdy salah satu penjual Es Goyobod Bandung kepada VIVA.co.id di Summarecon Mall Serpong, Selasa 15 Agustus 2017.

Di balik arti secara harfiah dalam bahasa Sunda, Goyobod sendiri ternyata adalah salah satu campuran, yang menjadi ciri khas tersendiri dari hidangan yang lebih mirip dengan es campur ini. Goyobod di sini, terbuat dari hunkwe dengan tekstur kenyal mirip agar-agar.

"Tapi ini bukan agar-agar, apalagi jeli. Goyobod ini dibuat dari tepung hunkwe yang direbus dengan takaran khusus, setelah mendidih didinginkan di wajan tipis biar nanti menjadi padat dan kenyal," ungkap Ferdy.

Setelah mencobanya, goyobod memiliki rasa tawar, dan tekstur yang kenyal. Menurut Ferdy, goyobod memang sengaja dibuat tawar, karena campuran lainnya cenderung punya rasa manis yang kuat.

"Jadi kan memang sudah pakai gula dan susu. Kalau topping lainnya itu ada kolang-kaling, terus ada nangkanya,  pacar cina, peyeum ketan, kelapa, es krim,  dan sudah pasti es serut," kata Ferdy menambahkan.

Goyobod sendiri memang dibuat tanpa bahan pengawet, sehingga hanya mampu bertahan di suhu ruangan paling lama dua hari. Sedangkan jika disimpan di kulkas bisa bertahan hingga paling tidak satu minggu.

Setiap porsinya juga dijual dengan harga yang relatif terjangkau, yakni hanya Rp15 ribu untuk ukuran kecil, dan Rp20 ribu untuk ukuran sedang. Maka tidak heran jika setiap harinya bisa terjual hingga 100 porsi.

"Itu kalau weekday, kalau weekend disini bisa sampai 300 (porsi) lah," kata dia.