Trik Tangani Anak Agresif dan Tantrum

Anak mnangis
Sumber :
  • Pixabay/ blueMix

VIVA.co.id – Si kecil di usia bawah lima tahun, seringkali bersikap agresif. Kondisi tersebut cenderung membuat para orangtua, merasa sulit menanganinya.

Anak di usia balita cenderung mengalami tantrum dan emosi berlebih, sehingga membuatnya sulit diatur. Psikolog anak, Daniel Chorney, menuturkan agar orangtua, cukup mengabaikan sikap si kecil.

Berpura-pura bersikap abai dengan sikap buruknya, membuat si kecil menjadi kebingungan. Lakukan aktivitas Anda seperti biasa, saat si kecil bersikap buruk.

Sebab, saat Anda memperhatikan semua gerak geriknya, buruk atau baik, dari perspektif si kecil, perilaku itu harus dilakukan dan diulangi terus. Dengan mengabaikannya, membuat si kecil bisa berhenti bersikap buruk.

"Saya tahu orangtua khawatir saat si kecil bersikap berlebihan. Tapi, dengan mengabaikan si kecil yang bersikap seperti itu, adalah hal tepat untuk meresponsnya," ujar Daniel dilansir Today’s Parents.

Dituturkannya, momen terbaik untuk mengabaikannya adalah saat anak bersikap agresif berlebihan. Mengabaikan juga berarti cukup diam dan tidak memarahinya.

Berdasarkan sebuah studi, mengurung anak dalam sebuah ruangan saat ia bersikap agresif, tidak begitu efektif membuatnya diam. Sehingga, dengan tidak meresponsnya, akan membuatnya berhenti dengan sendirinya.

"Banyak orangtua memilih mengurung anak dalam beberapa jam, sebagai wadah untuk hukuman. Padahal, cukup diam dan abaikan anak, lalu tunggu situasi lebih baik, dan ajak anak diskusikan keinginannya," katanya lagi.