Anak Trauma BAB? Ini Tips Mengatasinya

Ilustrasi popok bayi
Sumber :
  • pixabay/Ajale

VIVA.co.id – Seringkali, anak-anak menghadapi sulit buang air besar, atau BAB yang pada akhirnya membuat ibu khawatir. Seringkali, masalah BAB ini membuat anak trauma, sehingga membuat mereka semakin enggan BAB.

"Ada yang sampai mau BAB keringat dingin, ngeden (mengejan) keras untuk menahan supaya tidak keluar. Jadi, jangan salah, mereka ngeden keras itu bukannya untuk mengeluarkan, tetapi justru menahan. Bahkan, ada yang sampai berdiri ke pojok ruangan untuk menahan pantatnya ke tembok," ujar dokter spesialis anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, SpA(K) saat ditemui VIVA.co.id beberapa waktu lalu.

Kebiasaan ini, membuat BAB pengalaman menyakitkan buat mereka, sehingga mereka semakin tidak mau BAB. Pada akhirnya, ini memunculkan masalah konstipasi.

Salah satu solusi untuk mengatasi masalah BAB yang diambil orangtua adalah dengan memberikan serat. Tetapi, menurut Herbowo, cara ini tidak bisa langsung menyelesaikan masalah.

"Pemberian serat tidak bisa langsung berhasil. Harus disertai dengan toilet training," tambah Herbowo.

Caranya adalah biasakan mereka setiap pagi untuk duduk di toilet selama lima menit. Sertai kebiasaan ini dengan pemberian serat, sehingga kotoran menjadi lebih lunak dan tidak sakit saat keluar. Lama-kelamaan kebiasaan ini akan tertanam, sehingga ketika ingin BAB mereka langsung ke toilet.

Meski begitu, Herbowo mengingatkan bahwa cara ini tidaklah berhasil dalam waktu singkat. Setidaknya, butuh dua minggu hingga dua bulan sampai anak lancara BAB.

Herbowo menambahkan, agar anak tidak sulit mengonsumsi sayuran sebagai sumber serat, berilah contoh baik sebagai orangtua. Makanlah sayuran bersama anak, sehingga anak melihat bahwa sayuran  penting bagi tubuh mereka. (asp)